Pantau Flash
Blak-blakan Menkes: Pemerintah Tidak Ada Rencana untuk Subsidi Test PCR
Maluku Utara Diguncang Gempa 5,1 Magnitudo, Berpusat di Kedalaman 92 Km
Kabar Gembira! Menkes Buka Peluang Vaksinasi Usia 5-11 Tahun Dimulai Awal 2022
Polri Ringkus Komplotan Judi dan Pornografi Online, Raup Rp4,5 Miliar per Bulan
Kapolda Sumut Copot Kapolsek Kutalimbaru, Buntut Ulah Anak Buahnya Cabuli Istri Tahanan

Terungkap, Bukan Micin yang Buat Makanan Olahan Selalu Bikin Nagih

Terungkap, Bukan Micin yang Buat Makanan Olahan Selalu Bikin Nagih Keripik kentang. (foto: Pixabay)

Pantau.com - Siapa yang tak suka dengan keripik kentang? Makanan renyah yang sering jadi cemilan dan pelengkap saat ngobrol. Terkadang kita jadi ketagihan dan sulit berhenti makan keripik kentang. Ternyata penyebabnya bukan kandungan monosodium glutamat atau micin pada keripik itu lho Sobat Pantau. 

Melansir dari New York Post, ada penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Metabolism mengungkap bahwa makanan olahan memiliki tekstur yang khas dan membuat orang makan lebih cepat.

"Jika Anda makan dengan sangat cepat, maka sama saja tidak memberi cukup waktu saluran pencernaan untuk memberi sinyal kepada otak bahwa Anda kenyang. Hal inilah yang membuat Anda tidak bisa berhenti melahapnya," kaya penulis utama Kevin Hall.

Baca juga: Sering Dianggap Berbahaya Bagi Kesehatan, 3 Bumbu Dapur Ini Banyak Manfaatnya Lho..

Makanan olahan juga cenderung lebih padat kalori sehingga membuat orang tidak pernah merasa puas untuk mengkonsumsinya. "Bisa jadi orang makan lebih banyak karena mereka berusaha mencapai target kalori tertentu," tambahnya.

Meski demikian mereka memahami mengapa makanan olahan masih jadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat.

"Bagi orang-orang yang berada status sosial ekonomi rendah, mereka kurang memiliki keterampilan, peralatan, pengetahuan, dan biaya yang diperlukan untuk membuat makanan yang tidak diproses," ucapnya.

Padahal penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa konsumsi makanan olahan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, penyakit kardiovaskular dan kematian dini.

Baca juga: Ingin Masakan Gurih Tanpa MSG? Coba 5 Bahan Alternatif Ini!

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati