Pantau Flash
Polisi Periksa 6 Orang Terkait Tewasnya Siswa-siswi di Sungai Sempor
Korsel Konfirmasi 146 Kasus Baru Virus Korona
Messi: Neymar adalah Pemain Hebat, dan Saya Ingin Dia Kembali ke Barcelona
Partai Demokrat Diyakini Akan Kontraproduktif Jika Rekrut Nama Purnawirawan
Korban Tewas Hanyut di Sungai Sempor Menjadi 8 Orang, 2 Masih Hilang

Wow, 5 Hal Ini Akan Terjadi pada Tubuh Ketika Berhenti Berhubungan Seks

Headline
Wow, 5 Hal Ini Akan Terjadi pada Tubuh Ketika Berhenti Berhubungan Seks Ilustrasi suami istri (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Hubungan intim atau berhubungan seksual merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi pasangan suami istri.

Banyak penelitian menyebutkan bahwa hubungan seks dapat membuat seseorang lebih baik secara emosional dan bahagia. 

Tapi, bagaimana jika seseorang berhenti melakukan aktivitas seksual itu?

Berikut 5 hal yang akan terjadi pada tubuh Anda jika berhenti melakukan aktivitas seks, dikutip dari The Healthy.

1. Stress


Ilustrasi stres. (Foto: Peopleimages/iStock)

Seperti efek psikologis lain dari kurangnya aktivitas seks, yang satu ini sangatlah rumit. Menurut Dr. Lauren Streicher, MD, sekaligus penulis Sex Rx: Hormones, Health, and Your Best Sex Ever, orang yang jarang mengalami stres cenderung memiliki banyak aktivitas seksual, tapi itu bukanlah asosiasi dan bukan penyebab dan efeknya.

Baca juga: Mengerikan! 5 Alasan Mengapa Film Porno Itu Sangat Berbahaya

Ia mengatakan, jika seks merupakan pereda stres bagi Anda, jika tidak melakukannya bisa menyebabkan tingkat stres. Sebuah studi dari Skotlandia menunjukan bahwa tekanan darah reaktivitas untuk stres lebih rendah untuk orang yang melakukan hubungan seks dibandingkan dengan yang tidak.

Namun, Dr. Steicher mengatakan untuk beberapa wanita seks sebenarnya menyebabkan stres karena berbagai alasan seperti berhubungan intim yang mungkin menyakitkan.

2. Kram saat menstruasi


Ilustrasi kram saat menstruasi. (Foto: Andreypopov/iStock)

Anehnya, seks dapat membantu meringankan kram selama masa menstruasi. Meskipun belum ada penelitian secara mendetail. Dr. Streicher mengatakan di rahim terdapat banyak otot dan wanita sebenarnya akan mengalami kontraksi rahim ketika mereka orgasme, yang akan menyebabkan darah mengalir lebih cepat, pada waktunya hal itu akan mengurangi kram saat menstruasi.

"Juga, mungkin ada peningkatan endorfin, yang juga akan membantu dengan kram menstruasi," tambahnya.

3. Anda mungkin menjadi kurang cerdas


Ilustrasi. (Foto: Peopleimages/iStock)

Mungkin Anda tidak akan persis kehilangan kecerdasan, tapi seks mempengaruhi kognisi seseorang. Orang dengan aktivitas seksual yang teratur memiliki skor tinggi jika diukur dalam keterampilan verbal dan spasial mereka, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journals of Gerontology.

Selain itu, seseorang yang melakukan seks memiliki skor tinggi pada tes kognitif daripada mereka yang tidak melakukan hubungan seksual. Para peniliti berpikir, terjadi peningkatan kerja otak dengan hormon yang dilepaskan saat melakukan hubungan intim.

4. Menurunkan risiko UTI


Ilustrasi. (Foto: Voyagerix/iStock)

Mungkin Anda tidak akan terkejut bahwa risiko infeksi penyakit menular akan menurun jika Anda tidak berhubungan seks, tetapi tingkat infeksi saluran kemih juga dapat menurun, tergantung pada jenis seks yang Anda alami.

Baca juga: Penelitian Bantah Kecenderungan Seksual Diakibatkan Gen Gay

"Hubungan intim bertanggung jawab untuk potensi meningkatkan risiko infeksi kandung kemih berulang. Hal itu karena penyebaran bakteri yang dapat terjadi," kata Dr. Streicher.

80 persen UTI (urinary tract infection) pada wanita pra-menopause terjadi dalam waktu 24 jam setelah berhubungan seks, dan frekuensi hubungan seksual adalah prediktor terkuat infeksi saluran kemih berulang, menurut penilitian yang diterbitkan dalam American Family Physician. Jika Anda tidak berhubungan seksual, Anda dapat menghindari risiko ini.

5. Anda mungkin merasa sedih berlebihan


Ilustrasi sedih. (Foto: Lolostock/iStock)

Seks adalah bagian dari fisik dan mental. Sari Cooper, LCWS, seorang terapis seksual mengatakan, ketika orang berhubungan seksual mereka biasanya akan melakukan kontak skin to skin, jenis kontak pertama kita sebagai manusia (saat bayi dengan ibu kita).

"Kontak skin to skin tersebut dapat membantu untuk mengatur suasana hati satu sama lain melalui pelepasan hormon oxytocin," tambahnya.

Dr Streicher juga mengatakan seks dapat membantu meningkatkan semangat Anda melalui peningkatan suasana hati endorfin. Tanpa manfaat alami ini, Anda mungkin rentan untuk merasa sedih yang berlebihan, tapi itu tidak berarti Anda akan menjadi menjadi tertekan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Ragam

Berita Terkait: