Wow! Tikus Kantong Raksasa Afrika Dilatih Sebagai Hewan Pelacak Korban Gempa Bumi

Headline
Tikus Kantong Raksasa Afrika yang dilatih untuk melacak korban gempa bumi di dalam reruntuhan bangunan. Foto : (APOPO)

Pantau – Biasanya Tim SAR untuk menemukan pencarian korban bencana alam dibantu hewan anjing. Namun kemampuan mereka terbatas untuk menembus ke dalam puing-puing bangunan yang runtuh.

Oleh karena itu perusahaan nirlaba APOPO yang berbasis di Belgia telah melatih tikus dan anjing untuk mendeteksi ranjau darat serta mengendus wabah tuberkolosis. Selain itu karena kelincahannya, tikus dijadikan juga sebagai tim pencari dan penyelamat.

Mengutip dari laman resmi APOPO, Tikus Kantong Raksasa Afrika seberat 1,5 kilogram dilatih dengan mengenakan ransel kecil berteknologi tinggi untuk operasi pencarian dan penyelamatan di zona bencana seperti setelah gempa bumi.

Ransel multifungsi itu sedang dalam tahap pengembangan. APOPO bekerja sama dengan tim insinyur dari Universitas Teknologi Eindhoven (TU/e) untuk menempatkan kamera video, mikrofon, dan speaker sebagai alat komunikasi dua arah dan pelacak lokasi tikus.

Ransel tersebut memungkinkan tikus berkomunikasi dan mendeteksi keberadaan manusia dari dalam puing-puing. Penemuan ini disebut akan melampaui teknologi pencarian yang ada pada era ini. Bahkan, tikus-tikus pintar tersebut membuat upaya penyelamatan lebih efisien.

Tikus dipilih karena memiliki jiwa petualang yang luar biasa dengan ukurannya yang kecil dan indra penciuman yang hebat membuat hewan ini sempurna untuk menemukan sesuatu di tempat yang sempit. Seperti korban gempa yang terjebak di reruntuhan gedung.

Dalam pelatihan yang dilakukan di Tanzania, tikus mempelajari urutan perilaku dasar di ruang pencarian terbatas, mencari ‘korban yang terperangkap’, menyalakan sakelar mikro untuk berkomunikasi dari jarak jauh dengan pawangnya saat korban telah ditemukan.

Tim Pantau
Editor
Annisa Indri Lestari