Pantau Flash
Kembali Positif Narkoba, Millen Cyrus Ditangkap saat Razia Prokes di Bar Jaksel
Aktor Legendaris Hongkong Ng Man-tat Meninggal Dunia
Ketua KPK Akan Umumkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah
Tingkatkan Kepatuhan Penjual Rokok dan Masyarakat, Bea Cukai Gelar Operasi Pasar
Wapres Akui Vaksinasi COVID-19 di Indonesia Masih Lamban

Yakin Konsumsi Buah dan Sayur Bisa Turunkan Berat Badan? Ini Faktanya

Headline
Yakin Konsumsi Buah dan Sayur Bisa Turunkan Berat Badan? Ini Faktanya Makan Sayuran. (Foto: Pixels)

Pantau.com - Para peneliti dari Universitas Alabama di Amerika Serikat menemukan bahwa konsumsi buah dan sayuran saja tidak menyebabkan penurunan berat badan seperti yang selama ini banyak diyakini orang.

Peneliti menemukan kesimpulan itu setelah melakukan kajian sistematis dan analisis data lebih dari 1.200 subyek acak untuk mengetahui efek peningkatan konsumsi buah dan sayur.

"Semua studi yang telah kami kaji menunjukkan efek mendekati nol pada penurunan berat badan," kata pemimpin studi, Kathryn Kaiser, Ph.D., instruktur di Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Alabama seperti dilansir New York Daily.

"Jadi saya tidak berpikir makan lebih saja merupakan pendekatan efektif untuk menurunkan berat badan karena menambahkannya pada makanan apapun yang mungkin dimakan seseorang sepertinya tidak menyebabkan perubahan berat badan," tambahnya.

Baca Juga: Terlalu Banyak Olah Raga Bisa Berdampak Buruk Pada Jantung?

Menurut inisiatif MyPlate Departemen Pertanian Amerika Serikat, rekomendasi konsumsi harian buah dan sayur untuk dewasa 1,5 - 2 cawan untuk buah dan 2-3 cawan untuk sayur meski pelaku diet seringkali disarankan "memenuhi" asupan makanan dengan sayuran dan buah dengan asumsi makanan rendah kalori akan mengenyangkan.

"Dalam konteks keseluruhan dari diet sehat, pengurangan energi adalah cara untuk membantu menurunkan berat badan, sehingga untuk mengurangi berat badan Anda harus mengurangi asupan kalori," kata Kaiser tentang hasil studinya yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition.

Ia mengatakan selama ini orang berasumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayur akan menggantikan makanan kurang sehat, dan itulah mekanisme untuk menurunkan berat badan.

Baca Juga: Rambut Kamu Rontok? Bisa Jadi Karena Kurang Vitamin D

"Namun temuan kami dari bukti terbaik yang ada menunjukkan efek tersebut tampaknya tidak ada pada orang yang hanya diinstruksikan menaikkan asupan buah dan sayuran," tambahnya.

Kendati demikian, buah dan sayur menyediakan banyak vitamin dan serat, jadi bahkan jika tidak bisa menurunkan berat badan sekalipun keduanya baik untuk kesehatan dan tidak menimbulkan masalah saat dikonsumsi, kecuali dalam jumlah ekstrim.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - ANU

Berita Terkait: