Sebanyak 50,91 Juta Penduduk Indonesia sudah Divaksin Booster

Headline
Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada peserta Vaksinasi Gotong Royong Booster di klinik Kimia Farma, Radio Dalam, Jakarta. (Dok ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa)Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada peserta Vaksinasi Gotong Royong Booster di klinik Kimia Farma, Radio Dalam, Jakarta. (Dok ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa)

Pantau – Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 melaporkan jumlah warga Indonesia yang telah menerima dosis ketiga atau booster mencapai 50,91 juta jiwa hingga Minggu (3/7/2022), pukul 12.00 WIB.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan cakupan vaksinasi penguat secara nasional 24 persen dari total sasaran vaksinasi. Cakupan tersebut belum tampak signifikan.

“Selain itu 28 dari 34 provinsi, cakupan vaksinnya juga masih di bawah 30 persen. Hanya Bali yang sudah di atas 50 persen, disusul dengan DKI dan Kepulauan Riau di atas 40 persen, dan DIY, Jawa Barat dan Kalimantan Timur di atas 30 persen,” kata Wiku seperti dilansir dari Antara, Minggu (3/7/2022).

Wiku mengatakan sejak dimulai pada bulan Januari 2022, progres vaksinasi penguat terbilang lebih lambat dibandingkan dengan dosis satu dan dua. Pada awal pelaksanaan vaksinasi dosis satu dan dua, cakupan dapat meningkat 60 persen dalam kurun waktu enam bulan, yaitu antara bulan Juni sampai dengan Desember 2021.

“Namun, pada vaksinasi ‘booster’ (penguat) pada kurun waktu yang sama, sejak Januari hingga Juni 2022, cakupan baru meningkat sebesar 20 persen. Peningkatan cakupan vaksin ‘booster’ membutuhkan peran serta seluruh lapisan masyarakat,” kata dia

Di sisi lain, penduduk yang mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19 bertambah 5.803 orang menjadi 169.117.577 orang atau 81,20 persen dari total sasaran. Kemudian penerima dosis pertama bertambah 7.905 orang, sehingga jumlah keseluruhan mencapai 201.565.306 orang atau 96,78 persen dari total sasaran. Pemerintah berencana memvaksinasi 208.265.720 juta orang.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Reporter
Tim Redaksi
Editor
Muhammad Rodhi