Pantau Flash
Perkuat Ekonomi Umat, Kemenko Perekonomian Kolaborasi dengan NU
DPRD Jember dengan Bupati Tidak Akur, La Nyalla Bakal Adukan ke Presiden
Erick Thohir Ganti Dirut PT Pembangunan Perumahan
Doni Monardo Sebut Akan Ada Standarisasi Harga Tes PCR
Gempa M 7,1 Maluku Utara Akibat Subduksi Lempeng Laut Filipina

Video Viral Masinis Jajan di Warung Gunakan Lokomotif, Gokil!

Headline
Video Viral Masinis Jajan di Warung Gunakan Lokomotif, Gokil! Kolase video viral masinis jajan ke warung pakai lokomotif. (Foto: Twitter)


Pantau.com - Beredar sebuah video memperlihatkan seorang pria berseragam PT Kereta Api Indonesia (KAI) membawa kantong plastik dan masuk ke ruang masinis lokomotif kereta yang berhenti. Video tersebut menuai banyak tanggapan warganet.

Tampak dalam video yang diunggah akun Twitter @middleginger66, seorang pria mengenakan seragam PT KAI keluar dari warung dan menenteng kantong plastik. Pria yang diduga masinis itu pun kembali masuk ke ruang masinis di lokomotif yang tengah berhenti.

Menanggapi video viral tersebut, VP Public Relations PT KAI Edy Kuswoyo menjelaskan klarifikasinya. Edy mengatakan kereta yang berhenti tersebut adalah KA Pangrango rute Sukabumi-Bogor dengan nomor 393 yang sedang berhenti di Stasiun Parungkuda pada 31 Oktober 2019 untuk menunggu penumpang naik dan turun.

Baca Juga: Video Emak-emak Tabrak Palang Pintu Perlintasan KA hingga Patah, Nekat Euy

"Kami klarifikasi bahwa penutupan perlintasan sebidang tersebut bukan karena sedang menunggu asisten masinis dari Lokomotif CC 206 13 33, melainkan sedang menunggu penumpang naik dan turun kereta di Stasiun Parungkuda, Sukabumi," kata Edy melalui keterangan tertulis.

Edy menjelaskan, setiap kereta api yang berhenti di Stasiun Parungkuda, gerbongnya akan menutup Jalan Parakan Salak yang berada di ujung stasiun. Penutupan terjadi karena stasiun yang kecil dan tidak cukup panjang.

Ia menegaskan tidak benar penutupan karena masinis sedang membeli makanan. "Tidak benar bahwa Penutupan tersebut dikarenakan menunggu masinis yang sedang membeli makanan," terangnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Yusuf Fadilah

Berita Terkait: