Forgot Password Register

Headlines

52 Jamaah Haji Meninggal Dunia Terkena Serangan Jantung, Berikut Daftarnya

Jamaah haji kloter pertama. (Foto: Antara/Aprillio Akbar) Jamaah haji kloter pertama. (Foto: Antara/Aprillio Akbar)

Pantau.com -  Penyakit jantung merupakan penyebab terbanyak kematian jamaah calon haji Indonesia sebagaimana sampai hari ke-25 pelaksanaan haji tercatat 61,22 persen dari 49 calhaj yang meninggal dunia di Tanah Suci disebabkan penyakit jantung.

"Dalam 10 tahun terakhir penyakit jantung merupakan penyebab kematian tertinggi pada JCH," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka dikutip Pantau.com dari Media Center Haji di Mekkah Minggu (12/8/2018).

Dia mengatakan pada periode sebelumnya penyakit jantung juga merupakan penyebab kematian calhaj tertinggi. Tahun 2017, dari total jamaah meninggal dunia, 47 persen di antaranya karena penyakit jantung. Sementara pada 2016, 52 persen jamaah meninggal dunia juga karena penyakit jantung.

Baca juga: 800 Jurnalis Akan Meliput Pelaksanaan Ibadah Haji 1439 H

Eka mengatakan perlu pendekatan tersendiri yang ketat dan komprehensif pada calhaj berpenyakit jantung. Perlu ada pelibatan ketua regu jamaah calon haji untuk mengingatkan dan memastikan calhaj disiplin istrahat, minum obat setiap hari dan tidak melaksanakan kegiatan-kegiatan cukup berat.

Hingga kini sudah tercata 52 calon haji Indonesia meninggal dunia di Tanah Suci Mekkah dan Madinah karena penyakit jantung.

Menurut asal embarkasi, JCH paling banyak meninggal dunia berasal dari Solo (SOC) mencapai 14 orang. Kemudian Jakarta-Bekasi (JKS) dan Surabaya (SUB) masing-masing 9 orang, Jakarta-Pondok Gede (JKG), Makassar (UPG) dan Medan (MES) masing-masing wafat 4 orang.

Baca juga: Data: Total Ada 10 Calon Haji Meninggal di Tanah Suci

Sedangkan asal embarkasi Palembang (PLM) meninggal 3 orang dan masing-masing satu jamaah wafat berasal dari embarkasi Banjarmasin (BDJ), Batam (BTH) dan Padang (PDG).

Kementerian Agama menjamin badal haji bagi JCH reguler yang meninggal sebelum wukuf Arafah. Keluarga dari jemaah yang meninggal akan mendapat sertifikat badal haji tersebut.

Meninggal di Madinah:

1. Sukardi Ratmo Diharjo (JKG-1) wafat pada 18 Juli 2018 di Masjid Nabawi (lalu dibawa di Klinik Kesehatan Haji/KKHI Madinah) di usia 59.

2. Hadia Daeng Saming (UPG-05) wafat pada 20 Juli 2018 di Klinik Bandara AMMA di usia 73 tahun.

3. Ade Akum Dachyudi (67) asal Kloter JKS-13; wafat pada 23 Juli 2018 di Masjid Nabawi (KKHI Madinah) di usia 67 tahun.

4. Sunarto Sueb Sahad (SOC-15) wafat pada 23 Juli 2018 di KKHI Madinah (perjalanan) di usia 57 tahun.

5. Siti Aminah Rasyip (SOC-05) wafat pada 23 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) di usia 57 tahun.

6. Sanusi Musthofa Khafid (SUB-06) wafat pada 25 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) di usia 73 tahun.

7. Katio Abdul Majid Simanjutak (MES-02) wafat pada 25 Juli 2018 di RSAS di usia 59 tahun.

8. Machyar Sahromi Muhammad Thaif (JKS-06) wafat pada 26 Juli 2018 di RSAS di usia 78 tahun.

9. Mohammad Sholeh bin Abu Bakar (SUB-23) wafat pada 27 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) di usia 74 tahun.

10. Nordiani Bahrani Kursani (BDJ-03) wafat pada 28 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) di usia 53 tahun.

11. Widodo Karto Semito bin Jimin (JKS-35) wafat pada 29 Juli 2018 di RSAS di usia 56 tahun.

12. Abdullah Noor bin Sidik (SOC-13) wafat pada 29 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) di usia 72 tahun.

13. Rasnam Ponidjan (SUB-23) wafat 29 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) di usia 64 tahun.

14. Adang Aliyudin Satibi (JKG-05) wafat 30 Juli 2018 pukul 09.15 di usia 61 tahun.

15. Ame Omon Jasan (JKS-31) wafat 30 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) di usia 55 tahun.

16. Dadang Abdullah (JKS-003) wafat 31 Juli 2018 pukul 08.41 WAS di usia 57 tahun.

17. Daklan Mustopa Kholil (JKS-38) wafat 31 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) di usia 58 tahun.

18. Sujatmin Siswo Taruno (SOC-26 ) wafat 1 Agustus 2018 pukul 02.00 WAS di KKHI Madinah di usia 86 tahun.

19. Budi Riyanti Asmi (PLM-05) wafat 1 Agustus 2018 di Masjid Nabawi (KKHI Madinah) di usia 54 tahun.

20. Tohet Kuris Jamil (PLM-03) wafat 2 Agustus 2018 di RSAS (KKHI Madinah) di usia 69 tahun.

21. Muh. Tarom Yasin Mursid (SOC-34) wafat 3 Agustus 2018 di hotel (KKHI Madinah) di usia 82 tahun.

22. Mium Dito (SUB-35) wafat 4 Agustus 2018 di usia 64 tahun.

23. Adenan Damud Asir (PDG 07) wafat 6 Agustus 2018 di usia 72 tahun.

Meninggal di Mekkah:

1. Supriyati Teguh Adam (SOC-5) wafat 29 Juli 2018 pukul 23.30 WAS di KKHI Makkah meninggal di usia 51 tahun.

2. Zainal Abidin Yusuf (UPG-04) wafat 29 Juli 2018 di RSAS meninggal di usia 60 tahun.

3. Supiyah Ngadiman (JKG-11) wafat pada 2 Agustus 2018 pkl 16.00 WAS di RSAS An Noor Makkah pada usia 65 tahun.

4. Jamiatun Waridin Suratman (SOC-52) wafat 2 Agustus 2018 pukul 13.30 WAS di Masjidil Haram Makkah pada usia 66 tahun.

5. Jene bin Sanusi Enon (JKS-11) wafat 2 Agustus 2018 pukul 19.25 WAS di RSAS An Noor Makkah pada usia 87 tahun.

6. Mukti Wibowo bin Martono (SOC-11) wafat 3 Agustus 2018 pukul 19.00 WAS di RSAS pada usia 69 tahun.

7. B Permata Uar bin Daing Matira (UPG-012) wafat 4 Agustus 2018 pukul 00.23 WAS di Masjidil Haram pada usia 58 tahun.

8. Busari bin Kasihan (SOC-004) wafat 4 Agustus 2018 pukul 08.23 WAS di RSAS pada usia 63 tahun.

9. Masriah binti Sejadi (SUB-046) wafat 4 Agustus 2018 pukul 14.00 Was di RSAS pada usia 59 tahun.

10. Bainah Siregar binti Banua Siregar (MES-008) wafat 5 Agustus 2018 pukul 06.20 WAS di RSAS pada usia 72 tahun.

11. Arif Hidayat bin Padli (JKS-027) wafat 5 Agustus 2018 pukul 11.30 WAS di pemondokan pada usia 60 tahun.

12. Rohanah binti Suhadmi (JKS-057) wafat 5 Agustus 2018 pukul 10.00 WAS di RSAS pada usia 73 tahun.

13. Paisah binti Junaiddin Rangkuti (MES-003) wafat 6 Agustus 2018 pukul 10.03 WAS di RSAS pada usia 60 tahun.

14. Murti bin Wiji Tajid (SUB-047) wafat 7 Agustus 2018 pukul 23.51 WAS di RSAS pada usia 82 tahun.

15. Siti Ngaisah Yayah (PLM-001) wafat 7 Agustus 2018 pukul 13.45 WAS di RSAS pada usia 78 tahun.

16. Sikan Purwoprayitno Madjada bin Madjasa (SOC-016) wafat 8 Agustus 2018 pukul 01.05 WAS di pemondokan pada usia 78 tahun.

17. Jasmo Karmani Kami bin Karmani (SOC-061) wafat 9 Agustus 2018 pukul 03.15 WAS di Masjidil Haram pada usia 58 tahun.

18. Yurni binti Djafar Abdullah (MES-012) wafat 9 Agustus 2018 pukul 05.00 WAS di pemondokan pada usia 68 tahun

19. Djamaluddin bin Sangkala Liong (UPG-012) wafat 9 Agustus 2018 pukul 10.55 WAS di pemondokan pada usia 63 tahun.

20. Triyanto Citro Sukarto (SOC-44) wafat 9 Agustus 2018 pada usia 57 tahun

21. Suparto Katidjo Abdullah (BTH-13) wafat 9 Agustus 2018 pada usia 64 tahun\

22. Rohmat Abdul Latif (SUB-54) wafat 9 Agustus 2018 pada usia 63.

23. Hardjono Hardjo Utomo (SOC-59) wafat 10 Agustus 2018 pada usia 69.

24. Sarun Karim Bakri (SUB-08) wafat 9 Agustus 2018 pada usia 52 tahun.

25. Soeprat Moeri Karyani (SOC-54) wafat 10 Agustus 2018 pada usia 69 tahun.

26. Ahmad Betong Ariih (JKG-29) wafat 10 Agustus 2018 pada usia 68 tahun.

27. Mat Kaer Iskak (SUB-09) wafat 11 Agustus 2018 pada usia 76.

28. Zaenal Maarif Abdullah (Haji Khusus/PT Patuna Mekar Jaya) wafat 7 Agustus 2018 pada usia 61.

29. Afandi Mukri Mufid bin Mukri (Haji Khusus/PT Citra Wisata Dunia) wafat 9 Agustus 2018 pukul 16.55 WAS di RSAS pada usia 64 tahun.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More