Pantau Flash
Jokowi Akan Undang Kapolri Senin Pekan Depan Tanya Kasus Novel
Menteri Tjahjo Ingin ASN Tetap Kerja 5 Hari dalam Seminggu
Basuki Akui Pembangunan Tol Kunciran-Serpong Sempat Terhenti 10 Tahun
Erick Thohir: Kasus Motor Harley Davidson Termasuk Kriminal
Polda Jabar Sebut Tol Layang Jakarta-Cikampek Beroperasi 15 Desember 2019

Adu Karakteristik Kepemimpinan Airlangga vs Bamsoet Menuju Golkar 1

Headline
Adu Karakteristik Kepemimpinan Airlangga vs Bamsoet Menuju Golkar 1 Airlangga Hartarto (kiri) dan Bambang Soesatyo (Bamsoet). (Foto Antara/Wahyu Putro A)

Pantau.com - Pengamat politik Ujang Komarudin memaparkan perbedaan karakter kepemimpinan antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang juga Politisi Partai Golkar.

Ujang menilai karakter kedua tokoh tersebut berdasarkan kepemimpinan mereka, baik di Golkar maupun di saat memimpin lembaga negara.

"Indikator penilaian saya adalah ketika mereka menjadi elite di Golkar atau pejabat di lembaga negara," kata Direktur Indonesia Political Review (IPR) ini.

Baca juga: Munas Golkar: Pertarungan Airlangga vs Bamsoet Diharapkan Tanpa Gejolak

Menurut Ujang, bila dilihat karakteristik kepemimpinannya, Airlangga menunjukkan karakter pemimpin yang eksklusif. Hal itu terlihat dari kepemimpinannya di Golkar beberapa tahun terakhir ini.

"Bisa dilihat bahwa Pak Airlangga itu pergaulannya terbatas, hanya di tingkat elit saja dan tidak mengakar," ujarnya.

Sementara Bamsoet berbanding terbalik dengan Airlangga. Ia menilai Bamsoet adalah seorang pemimpin yang inklusif atau terbuka. "Bamsoet dalam situasi politik sangat dinamis, lebih adaptif ketimbang Airlangga. Bahkan pergaulan Bamsoet itu lebih mengakar," lanjutnya.

Baca juga: Nusron Wahid: Tidak Ada Restu dari Jokowi untuk Airlangga dan Bamsoet

Partai Golkar sendiri akan melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) di Jakarta pada tanggal 4 hingga 6 Desember 2019.

Ujang pun berharap pada Munas Golkar nanti dapat melahirkan pemimpin yang lebih inklusif lagi, karena demokrasi Indonesia semakin berkembang dan maju.

"Tentunya dinamika politik ke depan akan semakin dinamis dan lebih terbuka lagi," kata Ujang.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: