Pantau Flash
Marquez Persembahkan Treble Crown untuk Lorenzo
Sesmenpora: Tidak Mungkin Indonesia Juara Umum Sea Games
Parah! Oknum Satpol PP Bobol Bank DKI Sejak Mei dengan Kerugian Rp32 Miliar
Indonesia Alami 3271 Kali Bencana Alam Selama Tahun 2019
Gali Septic Tank, Buruh Bangunan di Papua Temukan Ratusan Amunisi Artileri

Anak Amien Rais Heran Kenapa Penusuk Wiranto Tak Disebut Orang Gila

Anak Amien Rais Heran Kenapa Penusuk Wiranto Tak Disebut Orang Gila Putra Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais, Ahmad Baihaqy Rais saat ditemui di Gedung DPRD DIY, Senin. (Foto: Antara/Luqman Hakim)

Pantau.com - Putra Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais, Ahmad Baihaqy Rais mempertanyakan mengapa pelaku teror terhadap Menkopolhukam Wiranto tidak disebut orang gila, tetapi disebut orang Islam. Padahal Islam tidak pernah mengajarkan teror seperti yang dilakukan AS alias Abu Rara.

"Saya risih melihat berita-berita itu kenapa yang disebut (pelaku teror) orang Islam, pelakunya orang Islam. Kenapa tidak disebut orang gila gitu karena dalam Islam tidak diajarkan seperti itu (teror)," kata Baihaqy saat ditemui di sela Rapat Paripurna di DPRD DIY, Yogyakarta, Senin (14/10/2019).

Baca juga: Aksi Penusukan pada Wiranto, Cerminan Daya Destruksi Teroris Sudah Menurun?

Baihaqy juga berharap media massa proporsional dalam porsi pemberitaan karena masih banyak isu atau peristiwa lainnya yang dapat diangkat sebagai bahan pemberitaan.

"Kita tahu, di bagian sana ada mahasiswa yang tertembak atau banyak kasus yang semestinya bisa diangkat," kata anggota DPRD DIY Fraksi PAN ini.

Sementara itu, saat ditanya mengenai kasus hukum yang melibatkan Hanum Salsabiela Rais, Baihaqy enggan berkomentar banyak karena belum berkomunikasi langsung dengan kakaknya tersebut.

Baca juga: Soal Penusukan Wiranto, Hasto: Hanya Hanum Rais yang Sebut Rekayasa

Sebelumnya organisasi relawan Jam'iyyah Joko Widodo-Ma'ruf melaporkan Hanum Rais ke Bareskrim Polri terkait dengan cuitan Hanum di Twitter yang menyebut penusukan Wiranto merupakan settingan dan play victim Namun, cuitan itu sudah dihapus.

"Sampai detik ini memang belum berkomunikasi langsung dengan Mbak Hanum. Jadi kalau untuk mendalami kasusnya, saya belum bisa berkomentar panjang dan memberikan tanggapan seharusnya saya 'tabayyun' dulu," kata Baihaqy.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH
Category
Nasional

Berita Terkait: