Forgot Password Register

Dari Debat Pertama hingga Terakhir, Cawapres Mana yang Tuai Pujian?

Dari Debat Pertama hingga Terakhir, Cawapres Mana yang Tuai Pujian? Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno. (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadilah)

Pantau.com - Pakar bahasa tubuh Monica Kumalasari pada awak media mengatakan, secara keseluruhan debat pertama hingga kelima, Ma'ruf Amin memperlihatkan perkembangan paling signifikan.

Pada debat perdana, Ma'ruf Amin hanya bicara pada isu-isu tertentu dan lebih sering diam. Kondisinya berubah ketika berada dalam debat antar calon wakil presiden berhadapan dengan Sandiaga Uno.

Dari sisi bahasa tubuh, gerakan yang diperlihatkan oleh ulama 76 tahun itu tersebut cenderung konsisten, tidak keluar dari kebiasaannya. "Tapi diksi yang dikeluarkan ajaib-ajaib di luar perkiraan masyarakat," ujar Monica.

Baca juga: Dari Sarung Hingga Media Sosial, Ini Gaya Kontras Dua Cawapres

Saat debat, Ma'ruf melontarkan istilah '10 Years Challenge' hingga 'Dewi-Dedi' (Desa Wisata dan Desa Digital).

Satu hal yang mendukung penampilan Ma'ruf adalah pengalamannya yang segudang karena dia memang sudah makan asam garam.

"Dia bisa menyampaikan banyak ide, bukan cuma pernyataan normatif. Tadinya Ma'ruf 'underdog'. Tapi dari debat ke debat, kita tidak kecewa," tutur dia.

Baca juga: Menilik Kemeja Putih vs Setelan Jas di Debat Terakhir Pilpres

Dari sisi gestur, Sandiaga Uno yang menuai pujian karena bahasa tubuhnya menunjukkan apa yang diperlihatkan orator-orator hebat dunia. Kekurangan dari Sandiaga adalah soal pengalaman yang relatif lebih sedikit karena usianya masih muda.

"Apa yang disampaikan bahannya masih kurang karena belum ada pengalaman, tapi gestur dan pengendalian emosinya bagus," puji dia.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More