Pantau Flash
Resmi! Jokowi-Ma'ruf Jadi Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024
Marquez Juara GP Jepang, Honda Raih Gelar Konstruktor MotoGP 2019
Presiden Jokowi Janji Umumkan Nama Menteri Kabinetnya Besok
Jelang Pelantikan Presiden, Bus Transjakarta Alihkan Sejumlah Rute
TNI-Polri Kerahkan Armada Udara Pantau Situasi Pelantikan Presiden

Demo Massa Papua di KJRI Melbourne: Kami Bukan Bangsa Monyet, NKRI No

Headline
Demo Massa Papua di KJRI Melbourne: Kami Bukan Bangsa Monyet, NKRI No Ilustrasi Kerusuhan. (Antara/Toyiban)

Pantau.com - Menanggapi aksi rasisme yang terjadi di Jawa Timur (Jawa Timur) akhir pekan lalu, sekelompok massa asal Papua berunjuk rasa di depan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Melbourne, Australia.

Dalam aksinya, mereka juga meneriakkan pesan 'Papua Merdeka'.

"Kami bukan bangsa monyet, kami orang Papua."

"Papua...merdeka! merdeka!"

"Indonesia...lawan!"

"Referendum... yes! NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)... no!."

Itulah nyanyian dan pekikan yang diteriakkan kelompok massa Papua yang berjumlah sekitar 20 orang di depan KJRI Melbourne.

Melansir ABC News, sabtu (24/8/2019), sejak pukul 11.00 pagi waktu setempat, mereka menggelar aksi protes terhadap tindakan rasisme yang terjadi di Jatim hingga menimbulkan kerusuhan di beberapa kota Papua.

Baca juga: Wiranto Soal Kerusuhan Papua: Pelaku Jangan Digeneralisasi

Dalam laman Facebook-nya, kelompok radio 'The Voice of West Papua' mengunggah video unjuk rasa berdurasi sekitar 1,5 jam tersebut. Sepanjang aksi, massa mengibarkan bendera bintang kejora dan menggelar sejumlah poster, yang salah satunya bertuliskan 'Tolak militer!'.

Mereka menyebut aksi ini sebagai protes solidaritas. ABC telah menghubungi kelompok unjuk rasa namun hingga berita ini diturunkan belum menerima tanggapan. Menurut keterangan KJRI Melbourne, aksi ini adalah unjuk rasa kedua dalam pekan ini. Protes pertama digelar kelompok yang sama pada tanggal 20 Agustus lalu.

"Melbourne sendiri kan termasuk, sebagian besar dari 43 pencari suaka (asal Papua yang hijrah ke Australia tahun 2006) tinggalnya di Melbourne."

"Jadi boleh dibilang mereka cukup aktif untuk menyuarakan aksi-aksi yang berhubungan dengan Papua merdeka," jelas Albert Adi, Koordinator Fungsi Pendidikan Sosial dan Budaya di KJRI Melbourne.

Baca juga: Jokowi: Undang Tokoh Papua ke Istana dan Tindak Tegas Diskriminasi

Menurut ketentuan yang berlaku di Australia, setiap orang berhak untuk melakukan aksi di sepanjang di area publik, termasuk di luar pagar KJRI yang merupakan jalur pejalan kaki. "Tapi di sini itu diperlakukan sebagai area publik," sebut Albert.

"Kita lebih meminta pihak keamanan untuk menjaga kalau seandainya mereka melakukan aksi yang sifatnya merusak atau trespassing itu biasanya akan terjadi masalah."

Atas rekomendasi pihak keamanan di Australia pula, klaim Albert, KJRI Melbourne tidak melakukan kontak dengan para pengunjuk rasa.

Albert juga mengatakan, selama ini, perwakilan Indonesia di Melbourne tidak pernah melayani bentuk komunikasi apapun dengan kelompok yang menyuarakan kemerdekaan Papua.

"Kita ikut kebijakan di pusat bahwa NKRI itu bagian dari integral dan Papua juga sudah final."

"Jadi upaya-upaya yang sifatnya berusaha untuk menyuarakan itu otomatis tidak kami layani."

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: