Forgot Password Register

Grup Band Punk 'Pussy Riot' Dilarang Terbang Keluar dari Rusia

Para personil band punk Pussy Riot. (Foto: Instagram/@inrocknesia) Para personil band punk Pussy Riot. (Foto: Instagram/@inrocknesia)

Pantau.com - Petugas keamanan Rusia mencegah Maria Alyokhina, anggota kelompok punk Pussy Riot, terbang ke luar negeri untuk tampil pada festival seni ternama.

Dikutip dari AFP, Alyokhina menulis pada lamaan Facebook-nya bahwa dia akan berangkat dari Moskow untuk melakukan pertunjukan teater berdasarkan bukunya di Edinburgh Festival Inggris, 

"Di bandara orang-orang dari layanan perbatasan FSB mengatakan kepada saya bahwa saya dilarang meninggalkan negara ini," tulisnya.

Baca juga: Hailey Baldwin Tenangkan Justin Bieber yang Menangis di Pinggir Jalan

Pada pemeriksaan paspor, seorang penjaga perbatasan mengatakan bahwa dokumennya memerlukan pemeriksaan tambahan dan kemudian seorang petugas FSB memberi tahu bahwa ia ada dalam daftar larangan terbang, kata Alyokhina kepada situs Mediazona, yang melaporkan tentang tahanan politik.

Dia tampaknya dilarang meninggalkan Rusia karena dia telah gagal melakukan 140 jam pelayanan masyarakat.

Pada Juli lalu, pengadilan Moskow menjatuhkan denda kepadanya 400.000 rubel (6.200 dolar) karena gagal menjalankan hukuman pelayanan masyarakat akibat dua kali unjuk rasa, melawan petugas keamanan dan pemblokiran layanan pengiriman pesan Telegram.

Tindakan keras itu terjadi setelah anggota Pussy Riot berlari masuk ke lapangan pada pertandingan final Piala Dunia bulan lalu yang mereka sebut sebagai protes politik, yang menyebabkan empat anggotanya dijatuhi hukuman 15 hari. Alyokhina tidak ikut ambil bagian.

Baca juga: Kondisi Mulai Stabil, Demi Lovato Jalani Rehabilitasi

Pertunjukannya, Pussy Riot: "Riot Days" disiapkan sebagai pembuka di Fringe di Edinburgh, Jumat, dan berlangsung hingga 19 Agustus 2018.

Anggota Pussy Riot, yang menjalani hukuman penjara untuk pertunjukan di sebuah gereja di Moskow itu, sejak saat itu melanjutkan aktivitas politiknya, yang terakhir berunjukrasa di Moskow pekan ini atas perlakukan buruk terhadap tahanan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More