Pantau Flash
New York Mulai Larang Penjualan Rokok Elektrik Bercita Rasa
UU Pemasyarakatan Beres, Napi Koruptor Bisa Mudah Bebas Bersyarat
Pesawat Twin Otter Hilang Kontak dalam Penerbangan dari Timika ke Ilaga
Hafiz/Gloria Terhenti di Babak Pertama China Open 2019
KTM: Posisi Johann Zarco Digantikan Mika Kallio hingga Akhir Musim

Gus Sholah Desak Polisi Tangkap Provokator Kerusuhan di Papua

Headline
Gus Sholah Desak Polisi Tangkap Provokator Kerusuhan di Papua Ilustrasi Papua (Foto: Pantau.com/Amin H Al Bakki)

Pantau.com - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, KH Sholahudin Wahid mendesak aparat kepolisian segera menahan dan menghukum provokator yang memicu terjadinya ketegangan di Papua.

"Perlu hati-hati. Rasanya merasa ketersinggungan yang luar biasa. Jadi, orang yang mengatakan itu harus ditemukan dan dihukum karena dia yang menimbulkan masalah," katanya di Jombang, Jawa Timur.

Baca juga: Isu Demo Besar Bikin Galau, Kadisdik Jayapura: Sekolah Tetap Seperti Biasa

Ia prihatin dengan terjadinya insiden hingga berujung aksi massa tersebut. Bahkan, fasilitas umum juga banyak yang rusak, sehingga dirinya berharap aparat tegas.

Sebelumnya, beredar di akun media sosial yang menyebarkan konten bernada rasisme hingga menyebabkan unjuk rasa besar-besaran di sejumlah kawasan di Papua termasuk Manokwari, Senin, 19 Agustus 2019. Masyarakat pun emosi setelah melihat video viral tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Jakarta mengatakan, konten video tersebut telah terhapus. Namun, polisi melakukan pelacakan terhadap pemilik akun tersebut, lewat jejak digitalnya guna memastikan kebenaran video tersebut.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkapkan Jawa Timur rencananya akan menjadi tuan rumah pertemuan serta silaturahmi antara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan Gubernur Papua Lucas Enembe, dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan terkait dengan permasalahan Papua.

Baca juga: Kapolsek Sukajadi Diperiksa karena Diduga Kirim Miras ke Mahasiswa Papua

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik setelah rapat dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada Selasa (20/8). Pertemuan itu rencananya berlangsung akhir Agustus 2019.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengaku siap menjadi tuan rumah dalam perkara penyelesaian persoalan di Papua, sekaligus menggagas adanya provinsi bersaudara antara Jatim dan Papua serta Papua Barat. Dengan itu, diharapkan terdapat kerja sama di dunia pendidikan hingga life skill vocational training.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH
Category
Nasional

Berita Terkait: