Pantau Flash
Vokalis Band Rock 'The Cars' Rick Ocasek Meninggal Dunia
Ditugaskan Impor 50.000 Ton Daging Sapi Brazil, 3 BUMN Ini Belum Urus Izin
Thailand Terancam Krisis Ekonomi karena Tuduhan Manipulasi Pemilu
Lahir dengan Koneksi Internet dan Medsos, Gen Z Waspadai Depresi
Fasilitas Kilang Aramco Diserang, Saudi Genjot Pemulihkan Produksi Minyak

Indonesia Kembali Suarakan Bela Palestina di Dewan Keamanan PBB

Indonesia Kembali Suarakan Bela Palestina di Dewan Keamanan PBB Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (tengah) dalam debat terbuka Dewan Keamanan PBB tentang operasi pemeliharaan perdamaian PBB, di Markas PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (7/5/2019). (Foto: Kemenlu RI)

Pantau.com - Pemerintah Indonesia akan terus mendorong pembahasan isu Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), kata Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata (KIPS) Kementerian Luar Negeri RI Grata Endah Werdaningtyas.

"Penyelesaian masalah Palestina itu harus. Kita berupaya untuk tetap dihidupkannya perhatian dunia kepada Palestina. Kita dorong pertemuan dalam segala format untuk membahas Palestina agar menjadi perhatian DK PBB," ujar Grata di New York, Amerika Serikat, Rabu (8/5).

Grata menyampaikan bahwa Pemerintah RI bertekad untuk memanfaatkan keanggotaan Indonesia di DK PBB untuk periode 2019-2020 dan masa jabatan Indonesia sebagai ketua DK PBB selama Mei 2019 untuk terus mendorong pembahasan masalah Palestina serta menggalang dukungan bagi Palestina di Dewan Keamanan.

Baca juga: Menlu Beberkan Contoh Nyata Kemitraan Global di Sidang DK-PBB

"Kita akan sampaikan bahwa isu Palestina itu berdampak pada wujud perdamaian internasional," katanya.

Grata menekankan tekad Indonesia itu menjelang pelaksanaan diskusi informal "Arria Formula" mengenai Palestina di bawah keketuaan Indonesia di Dewan Keamanan PBB. Diskusi berlangsung pada Kamis (9/5, waktu setempat) di Markas Besar PBB di New York.

Diskusi informal tersebut akan menekankan pembahasan tentang pembangunan berbagai kawasan pemukiman ilegal oleh Israel, yang menduduki tanah milik rakyat Palestina. Pembahasan khususnya dikaitkan dengan aspek hukum dan kemanusiaan serta penekanan pada Resolusi DK PBB No .2334 tahun 2016.

Baca juga: Indonesia Dipuji Sekjen Guterres dalam Debat Terbuka DK-PBB

Resolusi 2334 mendesak penghentian pemukiman Israel di atas tanah Palestina. Resolusi itu menyatakan bahwa pemukiman tersebut adalah "suatu pelanggaran hukum internasional".

Diskusi informal "Arria Formula" mengenai Palestina, khususnya tentang pemukiman ilegal, itu dibuka oleh Menlu RI Retno Marsudi dan terbuka bagi semua anggota PBB.

Selain itu, diskusi dihadiri oleh kelima belas negara anggota Dewan Keaman

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: