Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Palestina Menarik Pencalonan Riyad Mansour sebagai Presiden Sesi ke-81 UNGA di Tengah Kondisi Dalam Negeri

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Palestina Menarik Pencalonan Riyad Mansour sebagai Presiden Sesi ke-81 UNGA di Tengah Kondisi Dalam Negeri
Foto: (Sumber : Riyad Mansour, pengamat tetap Palestina untuk PBB, menyampaikan pidato pada Sesi Khusus Darurat ke-10 Majelis Umum di markas besar PBB di New York, 10 Mei 2024. ANTARA/Xinhua/HO PBB/Manuel Elias.)

Pantau - Misi Pengamat Tetap Negara Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menarik pencalonan Riyad Mansour sebagai Presiden sesi ke-81 Majelis Umum PBB sebagaimana diumumkan pada Kamis 26 Februari.

Pengumuman tersebut disampaikan Presiden UNGA Annalena Baerbock kepada seluruh perwakilan tetap dan pengamat tetap di PBB melalui surat resmi yang menjelaskan alasan penarikan itu.

Baerbock menyatakan penarikan pencalonan dilakukan karena kondisi di Palestina saat ini sehingga pihaknya memutuskan untuk tidak melanjutkan proses pencalonan Riyad Mansour.

Riyad Mansour diketahui menjabat sebagai Pengamat Tetap Palestina untuk PBB dan sebelumnya menyampaikan pidato pada Sesi Khusus Darurat ke-10 Majelis Umum di markas besar PBB di New York pada 10 Mei 2024.

Berdasarkan mekanisme rotasi regional yang telah ditetapkan, Presiden sesi ke-81 UNGA akan dipilih dari Kelompok Asia-Pasifik.

Setelah penarikan tersebut, tersisa dua kandidat yang bersaing untuk menduduki jabatan Presiden sesi ke-81 UNGA yakni Md. Touhid Hossain dari Bangladesh dan Andreas S. Kakouris dari Siprus.

Dalam nota kepada awak media, Baerbock menyampaikan akan menggelar dialog informal dengan kedua kandidat pada Mei sebelum proses pemilihan resmi.

Proses pemilihan Presiden sesi ke-81 UNGA dijadwalkan berlangsung pada 2 Juni sesuai agenda Majelis Umum.

Penulis :
Aditya Yohan