
Pantau - Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Keuangan mengancam akan menjatuhkan sanksi sekunder kepada lembaga keuangan global yang dinilai mendukung aktivitas Iran di tengah kebuntuan perundingan kedua negara.
Departemen Keuangan AS dalam pernyataannya menegaskan akan meningkatkan tekanan ekonomi maksimal terhadap Iran.
“Lembaga keuangan harus menyadari bahwa Departemen Keuangan AS akan memanfaatkan seluruh instrumen dan kewenangan yang tersedia serta siap menjatuhkan sanksi sekunder terhadap lembaga keuangan asing yang terus mendukung aktivitas Iran,” demikian pernyataan resmi yang diunggah.
Tekanan Energi dan Batas Waktu Penjualan Minyak
Pemerintah AS juga menyatakan izin sementara penjualan minyak Iran yang tertahan di laut akan segera berakhir dan tidak akan diperpanjang.
Kebijakan tersebut merujuk pada pengecualian selama 30 hari sejak 20 Maret yang memungkinkan penjualan sekitar 140 juta barel minyak Iran.
Langkah ini sebelumnya diambil untuk meredam lonjakan harga energi global akibat konflik di Timur Tengah.
Dampak Konflik dan Lanjutan Negosiasi
Konflik antara AS-Israel dengan Iran yang memicu penutupan Selat Hormuz serta serangan terhadap infrastruktur energi telah menyebabkan lonjakan harga minyak dunia.
Perundingan intensif antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung sebelumnya dilaporkan berakhir tanpa kesepakatan permanen.
Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan kemungkinan dilanjutkan dalam waktu dekat meski belum ada pengumuman resmi.
Kebijakan sanksi ini diperkirakan akan meningkatkan tekanan terhadap sistem keuangan global serta memperbesar dampak ekonomi dari konflik geopolitik yang masih berlangsung.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








