
Pantau - Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Papua mendorong percepatan sertifikasi sagu melalui Festival Sagu Papua guna memperkuat perlindungan hukum dan pengembangan komoditas unggulan daerah.
Dorong Indikasi Geografis Sagu Papua
Kepala Kanwil Kemenkum Papua Anthonius Mathius Ayorbaba mengatakan festival ini menjadi langkah awal membangun ekosistem hilirisasi sagu dari hulu hingga hilir di Tanah Papua.
Ia mengatakan, "Dengan festival ini kami ingin mendorong lahirnya sertifikasi indikasi geografis untuk sagu, sehingga potensi di setiap daerah dapat teridentifikasi secara jelas dan terlindungi secara hukum."
Menurutnya, sertifikasi tersebut penting agar sagu dari daerah tertentu memiliki identitas resmi dan tidak diklaim pihak lain.
Ia menambahkan, "Sehingga kami ingin produk sagu Papua memiliki perlindungan hukum melalui sertifikat indikasi geografis."
Perkuat Ekonomi dan Riset Lokal
Anthonius menjelaskan pengembangan sagu menjadi solusi strategis karena memiliki nilai budaya sekaligus ekonomi yang tinggi bagi masyarakat Papua.
Ia mengatakan festival ini juga mendorong sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi sagu yang selama ini belum tergarap maksimal.
Selain itu, penelitian akan dilakukan untuk mengidentifikasi varietas unggulan sagu di setiap kabupaten sebagai dasar pendaftaran indikasi geografis.
Ia mengungkapkan, "Untuk itu ke depan kami berencana melibatkan lembaga riset seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna memperkuat kajian ilmiah terkait pengembangan sagu."
Pemerintah juga diharapkan dapat menghadirkan regulasi untuk melindungi hutan sagu dari alih fungsi lahan serta menjaga keberlanjutan sumber daya tersebut bagi generasi mendatang.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti









