HOME  ⁄  Ekonomi

NEXT Indonesia Nilai Ekonomi RI Berpeluang Tumbuh di Atas 5 Persen

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

NEXT Indonesia Nilai Ekonomi RI Berpeluang Tumbuh di Atas 5 Persen
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Sukarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (8/8/2021). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/wsj.)

Pantau - NEXT Indonesia Center menilai ekonomi Indonesia masih berpeluang tumbuh di atas 5 persen pada 2026 meski di tengah ketidakpastian global, Minggu (19/4/2026).

Direktur NEXT Indonesia Center Herry Gunawan menyatakan kondisi global saat ini menjadi ujian bagi ketahanan ekonomi nasional.

"Situasi ini merupakan ujian nyata bagi kesehatan ekonomi nasional. Kita harus melihat secara jeli apakah ekonomi kita benar-benar masih sehat atau mulai melorot di bawah tekanan eksternal," ujarnya.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut meningkatkan ketidakpastian global yang berdampak pada harga energi dan volatilitas pasar keuangan.

Bank Dunia merevisi proyeksi pertumbuhan Indonesia menjadi 4,7 persen, lebih rendah dibandingkan realisasi 2025 sebesar 5,11 persen.

Sementara Asian Development Bank memproyeksikan pertumbuhan mencapai 5,2 persen.

Analisis juga menggunakan indikator Composite Leading Indicator (CLI) dari Organisation for Economic Co-operation and Development.

"Sinyal CLI adalah kompas arah ekonomi," katanya.

CLI Indonesia pada Maret 2026 berada di level 100,52 yang menunjukkan fase ekspansi ekonomi dan potensi pertumbuhan di atas tren jangka panjang.

Namun terjadi penurunan tipis dari Februari sebesar 100,59 menjadi 100,52 yang menandakan moderasi ekonomi.

Konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama dengan kontribusi sekitar 53,9 persen terhadap PDB 2025.

Herry menilai daya beli masyarakat mulai mengalami tekanan sehingga pemerintah perlu menjaga stabilitas konsumsi sekaligus memperkuat investasi dan ekspor.

"Kita tidak boleh menutup mata terhadap moderasi yang mulai terjadi di awal 2026. Jika tidak ada intervensi kebijakan yang adaptif untuk menjaga daya beli, target pertumbuhan bisa meleset," ujarnya.

Ia menambahkan perlunya kebijakan fiskal yang adaptif serta perlindungan terhadap masyarakat berpenghasilan rendah sebagai langkah menjaga pertumbuhan ekonomi.

Penulis :
Gerry Eka