HOME  ⁄  Nasional

Komite II DPD RI Dukung Kementan Perkuat IB demi Mutu Genetik Ternak

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Komite II DPD RI Dukung Kementan Perkuat IB demi Mutu Genetik Ternak
Foto: (Sumber: Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda (kiri) mendampingi Ketua Komite II DPD RI asal Nusa Tenggara Timur (NTT) Angelius Wake Kako atau yang akrab disapa Angelo (tengah) dalam kunjungan kerja ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Jawa Barat, Sabtu (18/4/2026). ANTARA/HO-Kementan.)

Pantau - Komite II DPD RI mendukung Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam memperkuat program inseminasi buatan (IB) guna meningkatkan mutu genetik ternak dan ketahanan pangan nasional, Minggu (19/4/2026).

Ketua Komite II DPD RI Angelius Wake Kako menyatakan bahwa inseminasi buatan merupakan isu strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

"Inseminasi buatan merupakan isu strategis yang harus dikawal bersama karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan nasional," ujarnya.

Dukungan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja ke Balai Inseminasi Buatan Lembang yang merupakan unit teknis di bawah Kementerian Pertanian.

Balai tersebut berperan dalam penyediaan semen beku dan pengembangan teknologi reproduksi ternak.

Dalam pelaksanaan program IB, terdapat sejumlah tantangan seperti rendahnya adopsi teknologi oleh peternak, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia inseminator, serta kendala distribusi semen beku.

Komite II DPD RI menilai perlu adanya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan agar kebijakan yang diambil lebih responsif terhadap kebutuhan peternak.

"Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan hingga ke tingkat peternak dan petugas lapangan. Ketika inseminator kuat, maka peternak juga akan lebih percaya diri dalam mengembangkan usahanya, dan pada akhirnya ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh," katanya.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Agung Suganda menyampaikan bahwa sub sektor peternakan memiliki peran penting dalam penyediaan protein hewani.

Produksi daging ayam dan telur saat ini telah surplus, sementara daging sapi dan kerbau baru memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan nasional, dan produksi susu dalam negeri sekitar 20 persen.

"Tujuan dari IB inseminasi buatan adalah memperbaiki mutu genetik ternak, meningkatkan angka kelahiran ternak secara teratur, mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul, dan mencegah penularan penyakit,” ujarnya.

Indonesia saat ini telah swasembada semen beku dengan stok mencapai 6,9 juta dosis di BIB Lembang dan 4,8 juta dosis di BBIB Singosari.

Program IB telah menjangkau 25,5 juta akseptor sapi dengan kelahiran mencapai 13,85 juta ekor serta nilai ekonomi sebesar Rp69,3 triliun.

Pada 2026, pemerintah menargetkan layanan IB menjangkau 20 provinsi dengan fasilitasi 250 ribu dosis semen beku dan 14.089 liter nitrogen cair.

Target kelahiran pedet diproyeksikan mencapai 142.500 ekor pada 2027.

Penulis :
Gerry Eka