HOME  ⁄  Ekonomi

BRIN Dorong Kolaborasi Riset dan Industri untuk Perkuat Inovasi Nasional

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

BRIN Dorong Kolaborasi Riset dan Industri untuk Perkuat Inovasi Nasional
Foto: (Sumber: Ilustrasi peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). ANTARA/HO-BRIN.)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional mendorong kolaborasi antara riset dan industri agar inovasi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui program BRIN Goes to Industry yang mempertemukan puluhan pelaku usaha.

Kepala BRIN Arif Satria menilai banyak inovasi di Indonesia tidak berkembang karena sulit keluar dari tahap laboratorium.

Riset kerap berhenti pada publikasi tanpa diterapkan dalam kebutuhan nyata di industri.

Ia menyampaikan, "Ini menunjukkan bahwa market untuk industri ini sejatinya sangat tinggi dan market ini hanya bisa kita penuhi kalau kita punya inovasi-inovasi yang unggul. Kita punya teknologi yang bagus, sehingga itu bisa diterapkan di industri dan bisa menjadi mesin pertumbuhan bagi Indonesia,"

Selama ini, peneliti dan industri berjalan sendiri-sendiri dengan tujuan berbeda.

Peneliti fokus pada publikasi ilmiah, sementara industri lebih menitikberatkan pada efisiensi dan keuntungan.

Akibatnya, banyak inovasi potensial tidak dimanfaatkan dan industri masih bergantung pada teknologi dari luar negeri.

Melalui forum tersebut, BRIN mempertemukan 74 pelaku industri, termasuk PT Berdikari, PT Enzym Bioteknologi Internus, dan PT Eagle High Plantations Tbk.

Pendekatan ini mendorong industri menyampaikan kebutuhan teknologi secara langsung kepada peneliti.

Peneliti juga didorong memahami pentingnya relevansi dan hilirisasi riset agar inovasi dapat masuk ke rantai produksi.

Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar adalah industri kosmetik yang tumbuh hingga 77 persen dan membutuhkan dukungan inovasi berkelanjutan.

Kolaborasi riset dan industri dinilai membutuhkan perubahan pola pikir kedua pihak.

Peneliti diharapkan melihat industri sebagai mitra strategis, sementara industri perlu memandang riset sebagai investasi jangka panjang.

Tantangan lain adalah sistem insentif riset yang masih berfokus pada publikasi, sedangkan industri membutuhkan solusi cepat dan aplikatif.

BRIN diharapkan tidak hanya mempertemukan, tetapi juga membangun sistem kolaborasi yang berkelanjutan lintas sektor seperti pertanian, energi, kesehatan, dan teknologi digital.

Penguatan ekosistem yang menghubungkan riset, industri, dan kebijakan dinilai penting untuk meningkatkan daya saing nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi modern.

Penulis :
Gerry Eka