
Pantau - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengumumkan bahwa militer AS mencatat rekor perekrutan personel baru di tengah meningkatnya konflik dengan Iran pada April 2026.
Hegseth menyampaikan bahwa capaian tersebut ditandai dengan terpenuhinya target rekrutmen tahun fiskal 2026 oleh Angkatan Udara dan Angkatan Luar Angkasa lebih cepat dari jadwal.
“ANGKA REKRUTMEN BERSEJARAH TERUS BERLANJUT… Baru saja mengetahui bahwa [Angkatan Udara AS] & [Angkatan Luar Angkasa AS] mencapai target rekrutmen FY26 (Tahun Keuangan 2026) mereka 5 bulan lebih awal. Melampaui rekor tahun lalu,” tulisnya di X.
Rekrutmen Naik di Tengah Eskalasi Konflik
Peningkatan rekrutmen ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara AS, Israel, dan Iran yang memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Konflik bermula pada 28 Februari 2026 ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan fasilitas.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan tersebut.
Perundingan Gagal dan Blokade Selat Hormuz
Upaya diplomasi sempat dilakukan melalui perundingan di Islamabad setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan.
Namun, Wakil Presiden JD Vance menyatakan negosiasi tersebut gagal mencapai kesepakatan sehingga delegasi AS kembali tanpa hasil.
Sebagai tindak lanjut, Trump memerintahkan blokade Selat Hormuz dan menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk mencegat kapal yang membayar Iran untuk melintasi jalur tersebut.
Langkah blokade tersebut mulai diberlakukan pada Senin pukul 14.00 waktu setempat di tengah situasi keamanan yang terus memanas.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








