
Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Lebanon dan Israel untuk mengintensifkan upaya diplomatik guna segera mengakhiri permusuhan di tengah rencana perundingan tidak langsung yang dijadwalkan berlangsung di Washington pada Selasa (15/04).
Dorongan Diplomasi dan Perundingan
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menyatakan kedua pihak perlu memanfaatkan seluruh jalur diplomatik yang tersedia untuk meredakan konflik.
“Kami mendorong Lebanon dan Israel untuk memanfaatkan semua jalur diplomatik yang ada untuk segera mengakhiri permusuhan dan menyelesaikan ketentuan yang masih tertunda berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701,” ungkapnya.
PBB juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan berbagai pihak terkait dalam memfasilitasi proses diplomasi tersebut.
Rencana perundingan ini muncul setelah Lebanon dan Israel sepakat menggelar pembicaraan usai gencatan senjata dalam konflik yang lebih luas di kawasan.
Situasi Lapangan dan Peran PBB
Konflik antara Israel dan Lebanon terjadi setelah serangan yang dilancarkan dalam rangkaian perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran sejak 28 Februari lalu.
Akibat konflik tersebut, lebih dari 2.000 orang dilaporkan meninggal dunia dan sedikitnya 1 juta orang mengungsi.
Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Jeanine Hennis-Plasschaert, terus menjalankan peran sebagai penengah untuk mendorong tercapainya gencatan senjata permanen.
Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) juga tetap menjalankan operasi untuk melindungi warga sipil dan memastikan akses kemanusiaan di tengah konflik.
“Sebelumnya, tentara Pasukan Pertahanan Israel berupaya menghalangi konvoi PBB di dekat Shama. Namun, konvoi UNIFIL dapat melanjutkan perjalanan setelah beberapa menit,” ujarnya.
PBB mengingatkan semua pihak untuk menghormati kewajiban melindungi pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah konflik.
- Penulis :
- Aditya Yohan








