HOME  ⁄  Geopolitik

China Dorong Negosiasi Damai Meski Perundingan AS-Iran di Islamabad Gagal Capai Kesepakatan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

China Dorong Negosiasi Damai Meski Perundingan AS-Iran di Islamabad Gagal Capai Kesepakatan
Foto: (Sumber : Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun. /ANTARA/Desca Lidya Natalia..)

Pantau - Pemerintah China tetap mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik meski perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad pada 10-11 April 2026 berakhir tanpa kesepakatan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menyatakan bahwa negosiasi tetap menjadi langkah terbaik untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

“Negosiasi AS-Iran di Islamabad merupakan langkah menuju deeskalasi. China berharap gencatan senjata akan dipertahankan, perselisihan akan diselesaikan melalui cara politik dan diplomatik,” ungkapnya dalam konferensi pers di Beijing.

China Tekankan Pentingnya Jalur Diplomasi

Guo Jiakun menegaskan bahwa dialog lebih efektif dibandingkan memperpanjang konflik bersenjata yang dapat memperburuk situasi kawasan.

“Negosiasi lebih baik dibanding menyulut kembali api perang, dan kondisi akan tercipta untuk pemulihan perdamaian di Teluk secepatnya,” ujarnya.

China juga menyerukan agar gencatan senjata yang sebelumnya disepakati tetap dijaga guna mencegah eskalasi lebih lanjut.

Perundingan Gagal dan Ketegangan Selat Hormuz

Perundingan yang melibatkan delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden J.D. Vance dan perwakilan Iran Mohammad Bagher Qalibaf tidak menghasilkan kesepakatan.

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menilai kegagalan tersebut dipicu oleh tuntutan berlebihan dari pihak AS.

“Namun, ketika hanya tinggal selangkah lagi dari 'MoU Islamabad', kami justru menghadapi maksimalisme, tuntutan yang berubah-ubah, dan blokade,” ungkapnya.

Ketegangan juga dipicu oleh situasi di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.

Penutupan jalur tersebut sejak Februari 2026 telah mengguncang pasar global karena sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati wilayah itu.

Meski sempat ada gencatan senjata sementara pada 8 April 2026, kondisi dinilai masih rapuh karena konflik di kawasan lain seperti Lebanon masih berlangsung.

China menegaskan akan terus berperan konstruktif dalam mendorong terciptanya perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

Penulis :
Aditya Yohan