HOME  ⁄  Geopolitik

Pakistan Gencar Cari Solusi Konflik AS-Iran Meski Perundingan Islamabad Berakhir Buntu

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pakistan Gencar Cari Solusi Konflik AS-Iran Meski Perundingan Islamabad Berakhir Buntu
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Perundingan AS dan Iran, di Islamabad, Pakistan. /ANTARA/Muhammad Reza/Anadolu/pri..)

Pantau - Pemerintah Pakistan terus mengupayakan solusi atas konflik antara Amerika Serikat dan Iran meski perundingan kedua negara di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan konkret.

Perundingan Islamabad dan Upaya Gencatan Senjata

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan bahwa proses diplomasi masih berjalan untuk menyelesaikan sejumlah isu yang belum terselesaikan antara Washington dan Teheran.

“Perundingan Islamabad merupakan momen bersejarah tersendiri,” ungkap Sharif dalam rapat kabinet di Islamabad, Senin (13/4).

Pakistan sebelumnya berhasil memfasilitasi gencatan senjata selama 14 hari antara kedua negara setelah konflik yang dipicu serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Negosiasi berlangsung intens selama 16 jam dengan melibatkan Wakil Presiden AS J.D. Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf sebagai pimpinan delegasi masing-masing.

Namun, pertemuan yang disebut sebagai yang paling signifikan sejak putusnya hubungan diplomatik pada 1979 itu berakhir tanpa kesepakatan untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Perbedaan Sikap dan Peluang Negosiasi Lanjutan

Pihak Amerika Serikat menegaskan tuntutan agar Iran tidak mengembangkan senjata nuklir sebagai syarat utama kesepakatan.

“Sayangnya, kami tidak dapat mencapai kemajuan apa pun,” ujar Vance kepada wartawan sebelum kembali ke negaranya.

Di sisi lain, Iran menyatakan keputusan kini berada di tangan Washington terkait upaya membangun kembali kepercayaan.

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menilai suasana perundingan tetap kondusif dan membuka peluang lanjutan.

“Tidak ada suasana negatif yang dirasakan,” katanya.

Ia menambahkan, “Lebih banyak inisiatif sedang dilakukan mengenai kemungkinan pembicaraan di masa depan.”

Dalam laporan media AS, Washington menetapkan sejumlah garis merah, termasuk penghentian pengayaan uranium, pembongkaran fasilitas nuklir, hingga penghentian pendanaan kelompok proksi.

Diskusi juga mencakup kemungkinan pelonggaran sanksi terhadap Iran serta pembebasan aset negara tersebut yang saat ini ditahan oleh AS.

Penulis :
Aditya Yohan