
Pantau - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menegaskan bahwa blokade di Selat Hormuz hanya ditujukan untuk kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran, sementara kapal dari negara lain tetap diizinkan melintas.
Blokade Fokus ke Pelabuhan Iran
CENTCOM menyatakan kebijakan tersebut berlaku mulai Senin, menyusul kegagalan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Islamabad, Pakistan.
"Menurut CENTCOM, blokade tersebut akan menghalangi seluruh kapal untuk masuk dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan dan wilayah pesisir Iran mulai Senin pukul 10.00 waktu Washington," demikian pernyataan resmi.
Langkah ini diambil setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penutupan akses maritim Iran sebagai respons atas mandeknya negosiasi dan ketegangan terkait ambisi nuklir Teheran.
Dampak Global dan Gagalnya Negosiasi
Wakil Presiden AS J.D. Vance sebelumnya menyebut pihaknya telah mengajukan proposal terakhir dalam perundingan selama hampir 21 jam, namun tidak mencapai kesepakatan.
Sementara itu, penghentian aktivitas pelayaran di kawasan Selat Hormuz sejak konflik meningkat pada akhir Februari telah berdampak besar terhadap rantai pasok global.
Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia diketahui melewati jalur strategis tersebut, termasuk distribusi gas alam cair dan komoditas penting lainnya.
Blokade ini dinilai berpotensi memperpanjang ketidakpastian pasar global di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








