HOME  ⁄  Geopolitik

Peringatan Iran ke AS Menguat, Araghchi Sebut Gencatan Senjata Bisa Percepat Pemenjaraan Netanyahu

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Peringatan Iran ke AS Menguat, Araghchi Sebut Gencatan Senjata Bisa Percepat Pemenjaraan Netanyahu
Foto: Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi (sumber: Xinhua)

Pantau - Iran memperingatkan Amerika Serikat agar tidak membiarkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggagalkan diplomasi di tengah gencatan senjata yang baru berlaku setelah 40 hari pertempuran di kawasan.

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menegaskan bahwa kelanjutan proses hukum terhadap Netanyahu dapat dipercepat oleh kondisi gencatan senjata yang meluas di kawasan.

Peringatan Keras Iran dan Proses Hukum Netanyahu

Araghchi menyatakan bahwa sidang pidana terhadap Netanyahu akan kembali digelar dalam waktu dekat dan berpotensi berujung pada pemenjaraan.

"Sidang pidana Netanyahu akan dilanjutkan pada Minggu 12 April. Gencatan senjata di seluruh kawasan, termasuk di Lebanon, akan mempercepat pemenjaraannya," ungkapnya.

Ia juga memperingatkan Washington agar tidak memberikan ruang bagi Netanyahu untuk merusak upaya damai yang sedang berlangsung.

"Jika Amerika Serikat membiarkan Netanyahu membunuh diplomasi, maka itu adalah pilihan mereka. Kami merasa pilihan tersebut bodoh, tetapi kami siap menghadapinya," ia menambahkan.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf turut menegaskan bahwa waktu untuk penyelesaian konflik semakin sempit.

Qalibaf menyebut Lebanon dan poros perlawanan sebagai bagian tak terpisahkan dari gencatan senjata yang tengah berjalan.

Diplomasi Internasional dan Ketegangan di Lapangan

Di tengah situasi tersebut, Araghchi melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah menteri luar negeri dunia, termasuk Rusia, Prancis, Spanyol, dan Jerman.

Dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Iran menegaskan pendekatan yang bertanggung jawab serta kesiapan menjamin keamanan jalur di Selat Hormuz selama dua pekan jika Amerika Serikat memenuhi komitmennya.

Sementara itu, kepada Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot, Iran menyampaikan penyesalan atas pelanggaran gencatan senjata oleh Israel dan mendesak adanya tindakan internasional atas serangan terhadap Lebanon.

Barrot menyambut baik gencatan senjata dan menekankan pentingnya menghentikan serangan Israel ke Lebanon.

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menyebut serangan terhadap Iran sebagai ilegal dan mendesak semua pihak tetap berada di jalur diplomatik.

Gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku pada Rabu 8 April, dengan pembicaraan damai dijadwalkan berlangsung akhir pekan di Islamabad, Pakistan, di mana delegasi Iran akan dipimpin oleh Qalibaf.

Namun, Israel menyatakan bahwa gencatan senjata tidak mencakup konflik di Lebanon, klaim yang dibantah oleh Iran dan mediator dari Pakistan.

Beberapa jam setelah gencatan senjata dimulai, Israel dilaporkan melancarkan serangan besar ke Lebanon yang menewaskan lebih dari 300 orang dan melukai lebih dari 1.100 lainnya.

Penulis :
Shila Glorya