
Pantau - Indonesia dinobatkan sebagai pasar gaming terbesar di Asia Tenggara berdasarkan jumlah pemain yang mencapai lebih dari 150 juta pengguna menurut laporan terbaru Ampverse.
Indonesia Dominasi Pasar Gaming Asia Tenggara
CEO dan Co-Founder Ampverse Charlie Baillie menyatakan posisi Indonesia sangat strategis dalam industri gaming kawasan.
"Indonesia merupakan pasar gaming terbesar di Asia Tenggara dari sisi jumlah pemain," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (10/4).
Ia menambahkan bahwa kekuatan utama pasar Indonesia tidak hanya terletak pada jumlah pemain, tetapi juga pada peran komunitas dan kreator dalam membentuk tren.
"Tetapi yang membuatnya semakin penting adalah betapa kuatnya peran kreator, komunitas, dan relevansi budaya dalam membentuk discovery dan adopsi," ungkapnya.
Laporan tersebut mencatat Asia Tenggara memiliki sekitar 290 juta gamer pada 2025 dengan nilai pasar mencapai 6,6 miliar dolar AS.
Pertumbuhan Ekosistem dan Peluang Industri
Ampverse memproyeksikan jumlah gamer di Asia Tenggara akan melampaui 330 juta pada 2030 dengan nilai ekosistem mencapai 14 miliar dolar AS.
Charlie menilai peluang industri tidak hanya berasal dari pembelian dalam gim, tetapi juga dari ekosistem yang lebih luas seperti live streaming, komunitas, dan konten digital.
"Indonesia memegang peran sentral dalam setiap strategi gaming Asia Tenggara yang serius, karena memadukan skala, pengaruh budaya, dan komunitas yang sangat terhubung," katanya.
Laporan itu juga menyoroti bahwa lebih dari separuh gamer di Asia Tenggara aktif mengonsumsi konten melalui platform seperti YouTube, media sosial, dan live streaming.
Ampverse menilai banyak perusahaan global masih belum optimal memahami karakter pasar Asia Tenggara yang dipengaruhi faktor budaya dan komunitas lokal.
- Penulis :
- Aditya Yohan








