
Pantau - Pemerintah Kabupaten Banyumas menyarankan pelaku usaha mikro kecil dan menengah mencari alternatif pengganti plastik akibat kelangkaan dan lonjakan harga bahan tersebut di pasaran.
Kelangkaan Plastik Ganggu Aktivitas UMKM
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Banyumas Gatot Eko Purwadi mengatakan kelangkaan plastik telah dikeluhkan para pedagang karena harga yang semakin mahal.
“Keluhan dari pedagang memang sudah ada, mereka menyampaikan bahwa plastik sekarang mahal dan langka,” ujarnya di Purwokerto, Jumat (10/4).
Ia menjelaskan pelaku usaha yang masih memiliki stok plastik dapat tetap berproduksi, sementara yang kehabisan mulai kesulitan dalam pengemasan produk.
“Yang masih punya stok ya masih jalan, tapi yang sudah tidak punya, itu yang sekarang kebingungan mencari alternatif,” katanya.
Namun, ia mengakui penggantian plastik tidak mudah, terutama untuk produk makanan basah yang membutuhkan kemasan kedap dan praktis.
Pelaku UMKM Hadapi Dilema Harga dan Keuntungan
Ketua Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Banyumas Pujianto menyebut harga plastik naik hingga 80 persen sehingga membebani pelaku usaha.
Ia mengatakan kondisi ini memaksa pelaku UMKM memilih antara menaikkan harga jual atau menurunkan margin keuntungan.
“Kalau mereka menaikkan harga jual ke end user, kalau market-nya sensitif bisa jadi mereka tergeser atau mengurangi potensi pembelian,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa jika memilih menekan margin, keuntungan pelaku usaha bisa turun dari sekitar 30 persen menjadi 15 hingga 20 persen.
Menurutnya, kemasan plastik untuk produk makanan masih sulit digantikan karena menjadi kebutuhan utama dalam menjaga kualitas produk.
Pujianto berharap kenaikan harga plastik bersifat sementara serta adanya kebijakan pemerintah untuk membantu pelaku usaha menghadapi kondisi tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan








