
Pantau - Pemerintah Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk memilih antara melanjutkan gencatan senjata atau menghadapi perang berkelanjutan melalui Israel di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan bahwa syarat gencatan senjata antara Iran dan AS telah ditetapkan secara jelas.
Ia menegaskan, "Syarat-syarat gencatan senjata Iran-AS jelas dan eksplisit, Amerika harus memilih antara gencatan senjata atau perang berkelanjutan melalui Israel. AS tidak dapat memiliki keduanya," tulisnya.
Tekanan Iran di Tengah Serangan Israel
Araghchi juga menyoroti situasi di Lebanon yang menurutnya menjadi perhatian dunia internasional akibat meningkatnya serangan.
Ia menyatakan, "Bola ada di tangan Amerika dan dunia sedang mengamati apakah AS akan bertindak sesuai komitmennya," ungkapnya.
Laporan media semi-resmi Iran menyebut Teheran akan menarik diri dari kesepakatan gencatan senjata jika Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon.
Eskalasi Konflik dan Upaya Diplomasi
Militer Israel dilaporkan menyerang lebih dari 100 lokasi dalam waktu 10 menit di Beirut, Lembah Beqaa, dan wilayah Lebanon selatan dalam operasi besar.
Serangan tersebut merupakan bagian dari konflik yang terus berlangsung sejak akhir Februari 2026, bersamaan dengan aksi militer Israel terhadap Iran dan kelompok Hizbullah.
Meski gencatan senjata sebelumnya telah berlaku sejak November 2024, serangan lintas batas dan operasi militer tetap terjadi.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dua pekan dengan Iran setelah melalui mediasi Pakistan.
Kesepakatan tersebut mencakup proposal 10 poin dari Iran yang akan dibahas lebih lanjut dalam perundingan di Islamabad pada Jumat (10/4).
Sebagai tambahan, ultimatum sebelumnya dari AS kepada Iran mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dengan ancaman serius jika tidak dipenuhi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








