
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan AS akan membantu mengatasi penumpukan lalu lintas kapal di Selat Hormuz setelah tercapainya gencatan senjata sementara dengan Iran.
AS Siap Amankan Jalur Strategis
Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Kamis (9/4/2026) menyusul kesepakatan penghentian serangan selama dua pekan antara Washington dan Teheran.
Trump menegaskan kehadiran AS di kawasan bertujuan memastikan kelancaran distribusi energi global melalui jalur vital tersebut.
"Kami hanya akan berada di sekitar Selat Hormuz untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik," ujar Trump.
Ia juga menyebut potensi dampak ekonomi positif dari stabilitas kawasan pascagencatan senjata.
"Akan ada banyak aksi positif! Banyak uang akan dihasilkan. Iran bisa memulai proses rekonstruksi," kata Trump.
Latar Belakang Ketegangan Kawasan
Sebelumnya, Trump memberikan tenggat kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai syarat tercapainya kesepakatan.
Gencatan senjata diumumkan pada Selasa (7/4/2026) setelah eskalasi konflik yang melibatkan serangan AS dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan lebih dari 1.400 korban jiwa dan memicu balasan Iran berupa serangan drone dan rudal ke sejumlah negara di Timur Tengah.
Iran juga sempat membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz sehingga mengganggu pasokan energi global.
Situasi tersebut kini berangsur mereda seiring upaya diplomasi dan keterlibatan AS dalam menjaga keamanan jalur pelayaran internasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan








