HOME  ⁄  Geopolitik

Krisis Energi Uni Eropa Berlanjut Akibat Ketergantungan pada Selat Hormuz di Tengah Konflik Timur Tengah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Krisis Energi Uni Eropa Berlanjut Akibat Ketergantungan pada Selat Hormuz di Tengah Konflik Timur Tengah
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Harga bahan bakar minyak (BBM) terlihat di papan informasi sebuah SPBU di Berlin, Jerman, Senin (30/5/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Michele Tantussi/wsj..)

Pantau - Krisis energi di Uni Eropa (UE) diperkirakan belum akan berakhir dalam waktu dekat karena ketergantungan signifikan pada jalur pasokan melalui Selat Hormuz yang terdampak konflik di kawasan Timur Tengah.

Juru Bicara Komisi Uni Eropa untuk Aksi Iklim dan Energi, Anna-Kaisa Itkonen, menyatakan bahwa sekitar 8,5 persen impor gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) UE berasal dari jalur tersebut.

Ia menegaskan, "Secara umum, kita tidak boleh berilusi bahwa krisis yang saat ini berdampak pada harga energi akan berumur pendek, itu tidak akan terjadi," ungkapnya.

Ketergantungan Energi UE pada Selat Hormuz

Itkonen menjelaskan bahwa selain LNG, sekitar 7 persen pasokan minyak UE, termasuk minyak mentah dan produk olahannya, juga berasal dari negara-negara Teluk yang melewati Selat Hormuz.

Ia menambahkan bahwa untuk bahan bakar jet dan diesel, ketergantungan UE bahkan mencapai sekitar 40 persen dari jalur tersebut.

Pasokan energi tersebut sebagian besar berasal dari Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab yang menjadikan Selat Hormuz sebagai jalur distribusi utama.

Dampak Konflik dan Upaya Gencatan Senjata

Meningkatnya konflik di sekitar Iran menyebabkan terganggunya pengiriman energi global melalui Selat Hormuz sehingga memicu kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.

Pada Selasa malam (7/4), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan persetujuan gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran.

Trump menyebut Iran juga sepakat membuka kembali Selat Hormuz guna memperlancar arus distribusi energi global.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat telah menyetujui proposal 10 poin yang diajukan Teheran.

Pembicaraan lanjutan antara Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung pada Jumat (10/4) di Islamabad, Pakistan.

Sebagai informasi tambahan, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia yang menjadi penghubung utama distribusi minyak dan gas global.

Penulis :
Ahmad Yusuf