
Pantau - Amerika Serikat mendesak Pakistan untuk membujuk Iran agar menyetujui gencatan senjata di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dan lonjakan harga energi global.
Upaya Diplomasi Libatkan Pakistan
Permintaan tersebut dilaporkan media The Financial Times pada Rabu (8/4/2026) dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.
Presiden AS Donald Trump disebut telah menginginkan gencatan senjata sejak 21 Maret guna membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz.
AS dan Pakistan menilai Iran lebih berpeluang menerima proposal tersebut jika disampaikan oleh Islamabad yang merupakan negara tetangga dengan mayoritas muslim dan bersikap netral dalam konflik.
Dampak Konflik dan Rencana Perundingan
Ketegangan meningkat sejak akhir Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi konflik tersebut berdampak pada terhentinya pengiriman melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dan LNG global sehingga memicu kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.
Pada Selasa (7/4/2026), Trump menyetujui gencatan senjata selama dua pekan dan menyatakan Iran juga bersedia membuka kembali Selat Hormuz.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan Teheran akan memulai pembicaraan dengan AS pada Jumat (10/4/2026) di Islamabad, Pakistan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








