
Pantau - Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan sepakat meningkatkan Kemitraan Strategis Khusus menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus untuk mendorong pertumbuhan inklusif dan kemakmuran bersama di masa depan.
Kesepakatan tersebut diumumkan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dalam pernyataan bersama usai kunjungan kenegaraan di Seoul pada 31 Maret hingga 1 April 2026.
"Kedua pemimpin mengumumkan peningkatan Kemitraan Strategis Khusus menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus untuk pertumbuhan inklusif dan kemakmuran bersama di masa depan," demikian pernyataan bersama kedua pemimpin.
Lima Pilar Kerja Sama Strategis
Kedua negara sepakat memperkuat kerja sama dalam lima pilar utama yang mencakup politik dan keamanan, ekonomi, teknologi, sosial budaya, serta kerja sama regional dan global.
Pada sektor ekonomi, Indonesia dan Korea Selatan berkomitmen meningkatkan investasi dua arah serta memperluas perdagangan bilateral.
Kerja sama juga diperluas ke sektor strategis seperti manufaktur canggih, otomotif, semikonduktor, energi hijau, hingga industri maritim.
Di bidang teknologi, kedua negara turut meluncurkan inisiatif Global AI Universal Basic Society (AI-UBS) Solidarity Initiative untuk menjawab tantangan global di berbagai sektor.
Perkuat Hubungan Regional dan Global
Dalam bidang politik dan keamanan, kedua negara sepakat meningkatkan komunikasi lintas sektor pemerintahan serta memperkuat pertukaran antar parlemen.
Pada sektor sosial budaya, kerja sama difokuskan pada penguatan industri kreatif dan pertukaran masyarakat guna meningkatkan saling pengertian antarbangsa.
Indonesia juga mengapresiasi dukungan Korea Selatan terhadap sentralitas ASEAN dan menyambut rencana penyelenggaraan KTT ASEAN-Korea Selatan pada 2029.
Kemitraan ini diharapkan memperkuat kontribusi kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
- Penulis :
- Aditya Yohan








