HOME  ⁄  Geopolitik

Presiden Kuba Tegaskan Siap Dialog dengan AS Tanpa Syarat Perubahan Sistem Politik

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Presiden Kuba Tegaskan Siap Dialog dengan AS Tanpa Syarat Perubahan Sistem Politik
Foto: Arsip - Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel (sumber: Anadolu)

Pantau - Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyatakan negaranya siap berdialog dengan Amerika Serikat terkait berbagai isu tanpa syarat perubahan sistem politik di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.

Komitmen Dialog Tanpa Intervensi Sistem Politik

Diaz-Canel menegaskan bahwa Kuba tidak akan menerima tuntutan untuk mengubah sistem politiknya dalam setiap upaya dialog dengan Amerika Serikat.

Dalam wawancara dengan NBC, ia mengatakan, "Kami tertarik untuk berdialog dan membahas topik apa pun tanpa syarat, tanpa menuntut perubahan sistem politik kami, sebagaimana kami juga tidak menuntut perubahan sistem Amerika."

Ia menilai dialog dapat difokuskan pada kepentingan bersama serta meningkatkan saling pemahaman antara kedua negara.

Diaz-Canel juga menuduh Amerika Serikat masih mempertahankan sikap permusuhan terhadap Kuba dan tidak memiliki otoritas moral untuk mengkritik kondisi dalam negeri negaranya.

Menurutnya, kebijakan Amerika Serikat selama ini menjadi penyebab utama kondisi yang dihadapi Kuba saat ini.

Ketegangan Memanas akibat Kebijakan AS

Pada awal pekan, Diaz-Canel kembali menegaskan bahwa peluang dialog dengan Amerika Serikat tetap terbuka meskipun hubungan kedua negara memanas.

Ia juga menyatakan tidak ada alasan bagi Amerika Serikat untuk melakukan agresi militer terhadap Kuba.

Pada 29 Januari, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan tarif impor terhadap negara-negara pemasok minyak ke Kuba.

Trump juga menyatakan keadaan darurat dengan alasan adanya ancaman terhadap keamanan nasional Amerika Serikat yang berasal dari Kuba.

Pemerintah Kuba menilai langkah tersebut sebagai bentuk blokade energi yang bertujuan menekan ekonomi negara itu.

Kuba menyatakan kebijakan tersebut turut memperburuk kondisi kehidupan masyarakatnya.

Penulis :
Arian Mesa