
Pantau - Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas menegaskan perusahaan tetap fokus pada penguatan operasional tambang yang aman dan berkelanjutan di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi harga energi dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Tony di Jakarta pada Jumat, 10 April 2026, di sela penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama periode 2026–2028.
Fokus Operasional di Tengah Gejolak Global
Tony mengatakan konflik geopolitik seperti ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berdampak pada kenaikan harga minyak dunia yang turut memengaruhi biaya operasional perusahaan.
"Iya, jadi kita tetap (fokus ke) kegiatan produksi kita. Kita upayakan (target 2026) bisa tercapai, tapi yang paling penting adalah dengan cara yang aman dan selamat dan berkelanjutan," ungkapnya.
Ia menegaskan perusahaan berupaya mengantisipasi kenaikan harga energi melalui langkah mitigasi yang berfokus pada faktor-faktor yang dapat dikendalikan di dalam negeri.
"Kita fokus selalu pada hal-hal yang bisa kita kendalikan. Situasi geopolitik memang adalah hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan. Jadi memang kita antisipasi, kita berusaha memitigasi, tapi kita lebih fokus kepada mengoperasikan tambang tersebut dengan produksi yang aman, selamat dan berkelanjutan. Ini fokus utama kita," jelasnya.
Selain itu, perusahaan juga melakukan efisiensi biaya untuk menekan dampak kenaikan harga energi terhadap operasional tambang.
"Ada harga yang naik ya memang kita nggak bisa menghindar dari itu. Dan tentu saja kita melakukan hal-hal untuk memitigasi, berusaha menekan serendah mungkin cost-nya karena ada kenaikan di sini," tambahnya.
Pemulihan Produksi Pascainsiden Grasberg
Tony mengungkapkan produksi tambang pasca insiden longsor di area Grasberg Block Cave pada 8 September 2025 kini telah pulih ke kisaran 40 hingga 50 persen.
Perusahaan menargetkan operasional tambang dapat kembali mendekati 100 persen pada akhir tahun 2026.
Sementara itu, kapasitas produksi penuh ditargetkan tercapai pada awal kuartal tahun 2027.
Tony menegaskan bahwa fokus utama perusahaan tetap pada keselamatan, keamanan, dan keberlanjutan produksi meskipun terjadi fluktuasi harga komoditas seperti minyak, emas, dan tembaga.
"Dengan segala macam cara dan daya upaya yang kita lakukan untuk menuju ke situ (operasional aman). Apakah harga minyaknya naik, apakah harga emas turun, apakah harga tembaga naik atau turun. Bukan kita nggak peduli tapi kita fokusnya kepada produksi yang selamat, aman, berkelanjutan," tegasnya.
- Penulis :
- Shila Glorya








