
Pantau - Militer Amerika Serikat memulai blokade angkatan laut terhadap seluruh lalu lintas maritim dari dan menuju pelabuhan Iran pada Senin (13/04) di tengah berlangsungnya gencatan senjata antara kedua negara.
Blokade Picu Ketegangan di Selat Hormuz
Langkah tersebut dikonfirmasi langsung oleh Presiden AS Donald Trump setelah pembicaraan tingkat tinggi dengan Iran berakhir tanpa kesepakatan.
Trump menyatakan blokade bertujuan membuka kembali Selat Hormuz guna menekan harga bensin global serta mendorong Iran kembali ke meja perundingan.
"Kita tidak bisa membiarkan suatu negara memeras atau mengancam dunia, karena itulah yang mereka lakukan. Mereka benar-benar memeras dunia. Kita tidak akan membiarkan itu terjadi,” ujarnya.
Kebijakan ini meningkatkan potensi konfrontasi baru di kawasan strategis tersebut serta mengancam keberlangsungan gencatan senjata sementara.
Dampak Global dan Respons Iran
Penutupan Selat Hormuz sebelumnya telah memicu lonjakan harga bensin, pangan, dan berbagai komoditas di pasar global.
Komando Pusat Militer AS menyatakan blokade diberlakukan terhadap seluruh kapal tanpa memandang asal negara di wilayah Teluk Arab dan Teluk Oman.
Sementara itu, Iran melalui Garda Revolusi memperingatkan bahwa setiap pendekatan kapal militer ke wilayah tersebut akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.
AS dan Iran sebelumnya menyepakati gencatan senjata selama dua pekan, namun masih berselisih terkait syarat-syarat kesepakatan.
Situasi di lapangan juga diwarnai ancaman terbaru dari AS yang menyatakan kapal Iran yang mendekat akan segera dihancurkan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








