HOME  ⁄  Geopolitik

China Tegaskan Blokade Selat Hormuz oleh AS Tidak Akan Selesaikan Konflik Iran

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

China Tegaskan Blokade Selat Hormuz oleh AS Tidak Akan Selesaikan Konflik Iran
Foto: (Sumber : Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun. /ANTARA/Desca Lidya Natalia..)

Pantau - Pemerintah China menyatakan rencana Amerika Serikat memblokade Selat Hormuz tidak akan menyelesaikan konflik dengan Iran, menyusul gagalnya perundingan kedua negara di Islamabad pada Sabtu (11/4).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menegaskan bahwa akar persoalan di kawasan tersebut adalah konflik militer yang harus segera dihentikan.

“Akar penyebab gangguan di Selat Hormuz adalah konflik militer. Untuk menyelesaikan masalah ini, konflik harus dihentikan sesegera mungkin,” ungkapnya dalam konferensi pers di Beijing.

China Serukan Stabilitas Jalur Energi Global

Guo Jiakun menekankan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan internasional, terutama untuk distribusi energi dunia.

Ia mengatakan bahwa menjaga keamanan dan stabilitas kawasan tersebut merupakan kepentingan bersama komunitas global.

“Selat Hormuz adalah jalur perdagangan internasional yang penting untuk barang dan energi. Menjaga keamanan dan stabilitas wilayah tersebut serta memastikan jalur yang tidak terhalang melayani kepentingan bersama komunitas internasional,” ujarnya.

China juga meminta semua pihak menahan diri serta menyatakan kesiapan untuk bekerja sama menjaga keamanan energi global dan stabilitas rantai pasokan.

“Kami siap bekerja sama dengan pihak lain untuk bersama-sama menjaga keamanan energi global dan menjaga rantai pasokan tetap stabil,” kata Guo Jiakun.

Ketegangan Memuncak Usai Blokade dan Ancaman Militer

Langkah blokade dilakukan oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Senin (13/4) setelah negosiasi dengan Iran gagal mencapai kesepakatan.

Blokade diberlakukan terhadap seluruh kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman secara tidak memihak.

Presiden AS Donald Trump bahkan memperingatkan akan menghancurkan kapal Iran yang mendekati wilayah blokade.

“Peringatan: Jika ada kapal (Iran) yang mendekati BLOKADE kami, mereka akan segera DIELIMINASI,” tulis Trump di media sosial Truth Social.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyebut kegagalan perundingan disebabkan tuntutan berlebihan dari pihak AS.

“Namun, ketika hanya tinggal selangkah lagi dari 'MoU Islamabad', kami justru menghadapi maksimalisme, tuntutan yang berubah-ubah, dan blokade,” ungkapnya.

Garda Revolusi Iran (IRGC) juga memperingatkan bahwa tidak ada wilayah pelabuhan yang aman jika blokade terus dilakukan.

Pengiriman melalui Selat Hormuz dilaporkan langsung terhenti total setelah pengumuman blokade, dengan kapal-kapal berbalik arah dari jalur tersebut.

Selat Hormuz diketahui menjadi jalur strategis bagi sekitar 20 persen pasokan minyak, produk petroleum, dan gas alam cair dunia.

Penulis :
Aditya Yohan