
Pantau - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyerukan agar Lebanon dimasukkan sebagai bagian dari syarat gencatan senjata di Timur Tengah serta mendesak penghentian serangan Israel yang dinilai memperburuk krisis kemanusiaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Starmer di hadapan Parlemen Inggris di London terkait meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.
"Kami menyerukan agar Lebanon segera dimasukkan dalam kesepakatan gencatan senjata," ungkapnya.
Ia menambahkan, "Hizbullah harus melucuti senjatanya, tetapi saya juga yakin bahwa serangan Israel salah. Serangan tersebut memiliki konsekuensi kemanusiaan yang menghancurkan dan mendorong Lebanon ke dalam krisis. Pengeboman harus dihentikan sekarang."
Kritik terhadap Pernyataan AS
Selain itu, Starmer juga mengkritik pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait ancaman terhadap Iran yang dinilai tidak tepat.
"Sehubungan dengan pernyataan tentang menghancurkan peradaban, dapatkah saya benar-benar menjelaskan kepada Dewan ini? Itu salah. Ancaman terhadap warga sipil Iran dengan cara itu salah," ujarnya.
Pernyataan tersebut menambah dinamika politik internasional di tengah upaya mencari solusi damai di kawasan Timur Tengah.
Eskalasi Konflik dan Upaya Gencatan Senjata
Konflik antara Israel dan Hizbullah meningkat sejak 2 Maret ketika kelompok tersebut kembali melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel.
Sebagai respons, Israel melakukan serangan besar-besaran ke Lebanon dan pada 16 Maret memulai operasi darat di wilayah selatan negara tersebut.
Meski sempat ada laporan gencatan senjata dua pekan antara Iran dan Amerika Serikat, situasi kembali memanas setelah serangan lanjutan Israel ke Lebanon.
Iran dan Pakistan sebagai mediator menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran gencatan senjata, sementara Presiden AS Donald Trump menegaskan Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan








