
Pantau - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan pembicaraan antara Israel dan Lebanon harus mampu menciptakan perubahan nyata dalam dinamika konflik yang terus berulang di kawasan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Guterres kepada wartawan pada Selasa (14/4) di tengah berlangsungnya upaya diplomasi antara kedua pihak.
"Saya percaya bahwa tidak ada yang mengharapkan pembicaraan hari ini akan menyelesaikan semua masalah, tetapi saya pikir akan sangat penting jika pembicaraan ini menciptakan kondisi untuk perubahan dalam cara para pihak mengembangkan aktivitas mereka sampai sekarang," ungkapnya.
Siklus Konflik Israel dan Hizbullah
Guterres menjelaskan konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon terus berulang karena saling memberikan alasan untuk melakukan serangan.
Ia mengungkapkan, "Setiap kali Israel menduduki sebagian wilayah Lebanon, itu adalah dalih yang digunakan Hizbullah untuk mengatakan 'Kita tidak bisa melucuti senjata. Kita harus mempertahankan perlawanan’."
Sebaliknya, serangan roket Hizbullah ke Israel juga kerap dijadikan alasan bagi Israel untuk melancarkan operasi militer besar di wilayah Lebanon.
Upaya Diplomasi dan Harapan Perdamaian
Guterres menekankan pentingnya kerja sama antara Israel dan Lebanon agar negara tersebut tidak terus menjadi korban konflik berkepanjangan.
"Jadi sudah saatnya Israel dan Lebanon bekerja sama, alih-alih Lebanon menjadi korban dari tindakan negatif," ujarnya.
Pembicaraan antara perwakilan Israel dan Lebanon dilaporkan berlangsung di Washington untuk membahas kemungkinan kesepakatan damai di tengah eskalasi militer yang masih berlangsung.
Konflik meningkat sejak awal Maret ketika Hizbullah kembali meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel yang kemudian dibalas dengan operasi militer besar oleh Israel di sejumlah wilayah Lebanon.
- Penulis :
- Aditya Yohan








