
Pantau - Pemerintah Lebanon memulai pembicaraan langsung dengan Israel di Washington untuk mencapai gencatan senjata, menandai jalur diplomasi baru setelah lebih dari 30 tahun tanpa negosiasi langsung.
Langkah ini disampaikan Menteri Luar Negeri Lebanon Youssef Raggi yang menegaskan bahwa proses tersebut terpisah dari dinamika konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.
Lebanon Tegaskan Kedaulatan dalam Negosiasi
“Hanya negara Lebanon yang memegang wewenang untuk bernegosiasi atas nama Lebanon,” kata Raggi.
“Lebanon berupaya, melalui negosiasi langsung dengan Israel, untuk mencapai gencatan senjata,” ia mengungkapkan.
Raggi menekankan bahwa prinsip kedaulatan nasional menjadi dasar utama dalam pembicaraan yang dimediasi oleh Amerika Serikat tersebut.
Pertemuan ini mempertemukan perwakilan Lebanon dan Israel di Washington dengan kehadiran sejumlah pejabat tinggi AS.
Harapan Akhiri Konflik di Lebanon Selatan
Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan harapan agar perundingan ini menjadi awal berakhirnya konflik yang telah menimbulkan penderitaan, khususnya di wilayah selatan.
“Satu-satunya solusi terletak pada penempatan kembali tentara Lebanon hingga perbatasan yang diakui secara internasional dan bertanggung jawab sepenuhnya atas keamanan wilayah tersebut dan keselamatan penduduknya tanpa kerja sama dari pihak mana pun,” kata Aoun.
Pembicaraan berlangsung di tengah serangan Israel yang masih berlanjut di Lebanon selatan dengan target kelompok Hizbullah.
Situasi tersebut membuat upaya diplomasi dinilai krusial untuk meredakan ketegangan dan mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








