HOME  ⁄  Geopolitik

Australia Tegaskan Komitmen Jaga Selat Hormuz Tetap Terbuka di Tengah Konflik Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Australia Tegaskan Komitmen Jaga Selat Hormuz Tetap Terbuka di Tengah Konflik Global
Foto: (Sumber : Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz, Iran selatan, Selasa (30/4/2019). ANTARA/Xinhua/Ahmad Halabisaz/aa..)

Pantau - Pemerintah Australia menegaskan komitmennya untuk memastikan Selat Hormuz tetap terbuka guna menjaga kelancaran pasokan bahan bakar global di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Pertahanan Australia Richard Marles yang menyoroti pentingnya jalur pelayaran strategis tersebut bagi stabilitas energi dunia.

Australia Siap Berkontribusi Jaga Jalur Pelayaran

"Kami sangat berkomitmen untuk memastikan Selat Hormuz tetap terbuka dan rantai pasokan bahan bakar global kembali normal," kata Marles.

Ia menyebut Australia akan bekerja sama dengan negara mitra dalam menjaga keamanan dan kelancaran distribusi energi melalui selat tersebut.

"Kita perlu melihat apa yang terjadi selama periode sisa gencatan senjata dan bagaimana keadaan di Selat Hormuz, yang memungkinkan beberapa upaya untuk dimulai," ujarnya.

Namun, Australia menegaskan keterlibatannya akan bergantung pada keberlanjutan gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Konflik Picu Gangguan Pasokan Energi Global

Australia dijadwalkan mengikuti pertemuan tingkat tinggi bersama Inggris dan Prancis untuk membahas perlindungan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Ketegangan meningkat setelah Iran membatasi akses ke selat yang menjadi jalur sekitar 20 persen distribusi minyak dunia sejak konflik dengan Amerika Serikat dan Israel pecah pada akhir Februari.

Sebagai respons, Amerika Serikat memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan Iran di Teluk Persia dan Teluk Oman.

Komando Pusat AS menyatakan blokade dilakukan tanpa membedakan kapal dari berbagai negara yang singgah di pelabuhan Iran, namun tetap menjamin kebebasan pelayaran menuju pelabuhan selain Iran.

Situasi ini membuat stabilitas pasokan energi global menjadi sorotan utama berbagai negara.

Penulis :
Aditya Yohan