
Pantau - Pemerintah Filipina mengajukan permintaan kepada Amerika Serikat untuk mendapatkan izin membeli lebih banyak minyak dari Rusia sebagai upaya mengatasi darurat energi yang melanda negara tersebut.
Permintaan itu disampaikan Menteri Energi Filipina Sharon Garin yang menyebut pihaknya tengah menunggu tanggapan dari Washington.
Filipina Tunggu Persetujuan AS
“Kami telah berkomunikasi dengan Departemen Luar Negeri (AS) untuk mendapatkan kesempatan lagi atau perpanjangan pencabutan embargo,” kata Garin.
Ia menyatakan Filipina optimistis permintaan tersebut akan disetujui mengingat kondisi darurat energi yang sedang dihadapi.
Langkah ini diambil setelah Amerika Serikat sebelumnya memberikan pengecualian sementara selama 30 hari untuk pembelian minyak Rusia di tengah konflik geopolitik.
Darurat Energi Picu Kebutuhan Impor
Filipina menjadi negara pertama yang menetapkan status darurat energi akibat kekurangan pasokan minyak yang dipicu konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Pada Maret, Filipina tercatat membeli sekitar 2,48 juta barel minyak mentah dari Rusia.
Negara tersebut masih sangat bergantung pada impor energi dengan sekitar 90 persen kebutuhan minyak berasal dari Timur Tengah, dengan total pengeluaran mencapai 16 miliar dolar AS pada 2024.
Pemerintah Filipina berharap tambahan pasokan dari Rusia dapat membantu menstabilkan kebutuhan energi domestik dalam jangka pendek.
- Penulis :
- Aditya Yohan








