
Pantau - Lebih dari 20 kapal komersial dilaporkan melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir meski Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap kapal yang terkait dengan Iran.
Laporan tersebut disampaikan The Wall Street Journal pada Selasa (14/4) waktu setempat dengan mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat.
Kapal-kapal yang melintas terdiri dari kapal kargo, kapal kontainer, dan kapal tanker yang keluar masuk Teluk Persia.
Kapal Hindari Risiko Serangan
Dalam laporan itu disebutkan kapal yang tidak menuju pelabuhan Iran tetap diizinkan melintas sehingga dapat melewati jalur strategis tersebut.
Sejumlah kapal bahkan dilaporkan mematikan transponder guna mengurangi risiko potensi serangan dari Iran.
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan setelah kebijakan blokade diberlakukan.
Negosiasi Gagal, Blokade Diberlakukan
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran sempat menggelar perundingan di Islamabad pada 11 April 2026 menyusul kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan.
Namun, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan negosiasi tersebut gagal mencapai kesepakatan sehingga delegasi AS kembali tanpa hasil.
Presiden AS Donald Trump kemudian mengumumkan kebijakan blokade terhadap seluruh kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.
Ia juga memerintahkan Angkatan Laut AS untuk melacak serta mencegat kapal yang melakukan pembayaran kepada Iran untuk melintas di Selat Hormuz.
Blokade tersebut mulai diberlakukan pada Senin (13/4) pukul 14.00 waktu setempat.
- Penulis :
- Aditya Yohan








