HOME  ⁄  Geopolitik

JD Vance Berpeluang Kembali Pimpin Delegasi AS dalam Negosiasi Lanjutan dengan Iran

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

JD Vance Berpeluang Kembali Pimpin Delegasi AS dalam Negosiasi Lanjutan dengan Iran
Foto: (Sumber : Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance. ANTARA/Anadolu/py/am..)

Pantau - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance berpeluang kembali memimpin delegasi AS dalam putaran kedua negosiasi dengan Iran yang direncanakan berlangsung dalam waktu dekat.

Informasi tersebut dilaporkan media CNN di tengah upaya lanjutan diplomasi antara Washington dan Teheran.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa putaran berikutnya dari negosiasi dapat digelar dalam dua hari ke depan di Pakistan.

Negosiasi Dilanjutkan Usai Gagal Capai Kesepakatan

Upaya diplomasi ini merupakan kelanjutan dari perundingan sebelumnya yang digelar di Islamabad pada 11 April 2026.

Namun, pada 12 April, JD Vance menyatakan bahwa negosiasi tersebut gagal mencapai kesepakatan sehingga delegasi AS kembali tanpa hasil.

Kegagalan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan akibat konflik militer antara AS, Israel, dan Iran.

Latar Belakang Konflik dan Blokade

Konflik bermula pada 28 Februari 2026 ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Menyusul kebuntuan diplomasi, Trump mengumumkan kebijakan blokade Selat Hormuz dan memerintahkan Angkatan Laut AS untuk mencegat kapal yang membayar Iran untuk melintasi jalur tersebut.

Blokade itu mulai berlaku pada Senin (13/4) pukul 14.00 GMT atau 21.00 WIB.

Penulis :
Aditya Yohan