Forgot Password Register

Ini Akibatnya Jika Sering Bekerja di Malam Hari

Ini Akibatnya Jika Sering Bekerja di Malam Hari Ilustrasi bekerja di malam hari (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Bagi Anda yang kerap bekerja di malam hari, sebaiknya mulai waspada. Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa orang yang sering bekerja di malam hari rentan terkena penyakit, seperti diabetes dan gangguan metabolisme.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada Senin, (9/7/2018), mendapati bahwa jam biologi terpisah (yang biasa disebut sebagai osilator periferal) pada liver, usus dan pankreas memiliki otak mereka sendiri.

Para peneliti dari Washington State University (WSU) mengumpulkan sampel darah dari relawan yang baru saja menyelesaikan baik simulasi jadwal 'shift' kerja siang maupun 'shift' kerja malam.

Dengan bantuan dari University of Surey, para peneliti menganalisis sampel darah untuk metabolit, produk reaksi kimia yang terlibat pada pencernaan, seperti penguraian atau oksidasi molekul makanan, serta proses metabolis lain pada sel dan organ.

Baca juga: Aspirin Obat Pereda Sakit yang Bermanfaat untuk Kecantikan

Hasilnya, metabolit orang yang bekerja di 'shift' malam telah berpindah sampai 12 jam penuh, sekalipun jam master biologi pada otak peserta hanya bergeser sekitar dua jam.

"Tak seorang pun mengetahui jam biologi pada organ pencernaan manusia berubah sangat kuat dan cepat oleh jadwal kerja 'shift', sekalipun jam master otak nyaris tak menyesuaikan diri dengan jadwal semacam itu," kata penulis co-senior studi tersebut, Hans Van Dongen, Direktur WSU Sleep and Performance Research Center, sebagaimana dikutip Xinhua.

"Akibatnya ialah sebagian sinyal biologi pada tubuh pekerja 'shift' mengatakan 'sekarang siang' sedangkan sinyal lain mengatakan 'ini malam', sehingga mengakibatkan gangguan metabolisme," kata Dongen.

Studi ini meliputi 14 partisipan yang masing-masing menghabiskan 7 hari berada di laboratorium Kampus WSU Health Sciences Spokane.

Mula-mula, sebagian dari relawan melakukan simulasi 'shift' kerja di malam hari, sementara sebagian lainnya mendapatkan simulasi bekerja pada 'shift' siang.

Setelah simulasi selesai, secara rutin seluruh partisipan berada dalam pengawasan untuk dipelajari bagaimana respon biologis alamiah seseorang akibat pengaruh dari luar.

Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Kita Rutin Mengonsumsi 2 Buah Pisang Setiap Hari?

Selama dalam pengawasan, para partisipan diharuskan sadar selama 24 jam dalam posisi setengah duduk. Mereka mendapatkan camilan yang sama setiap jam dan terlindung dari paparan cahaya secara langsung serta dalam suhu ruangan tertentu.

Sampel darah dianalisis di Metabolomics Core Facility di University of Surrey untuk mengetahui 132 metabolit berbeda yang berkaitan dengan metabolisme dan sistem pencernaan.

"Dua-puluh-tujuh metabolit menindak-lanjuti irama 24 jam selama simulasi jadwal kerja 'shift' siang dan malam," kata penulis utama studi tersebut Debra Skene, Profesor neuroendokrinologi di University of Surrey.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More