Forgot Password Register

Ini Pekerjaan Rumah Besar Perfilman Indonesia di Mata Mira Lesmana

Ini Pekerjaan Rumah Besar Perfilman Indonesia di Mata Mira Lesmana Mira Lesmana. (Foto: Instagram/@mirles)

Pantau.com - Industri perfilman Indonesia semakin menjanjikan, kata produser Mira Lesmana, masih punya pekerjaan rumah (PR) di tengah pertumbuhan yang terus menguat dan jumlah penonton yang semakin konsisten.

Investor pun semakin tergiur untuk membiayai film-film Indonesia.

"Dari 2016 mulai AADC2 (Ada Apa Dengan Cinta), My Stupid Boss, Warkop sampai penontonnya tujuh juta orang," kata Mira di konferensi pers Festival Sinema Australia Indonesia 2019, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Namun, ia menilai, ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh para pegiat film Tanah Air agar keberhasilan saat ini bisa bertahan lama.

"Di saat yang sama, dulu bikin film susah cari dana. Sekarang cari dana mudah, tapi cari orang yang kompeten lebih sulit," ujarnya.

Baca juga: Australia Berikan Pengaruh Kepada Kecintaan Mira Lesmana Terhadap Film

Satu bagian yang jadi perhatian Mira adalah soal penulisan skenario yang jadi faktor penting dalam menentukan kualitas film.

Mira menilai Indonesia bukannya tak punya sumber daya manusia yang berbakat, hanya saja belum banyak tempat menumbuhkan benih-benih bakat penulis skenario di Tanah Air.

Dia menyambut baik lokakarya yang jadi salah satu bagian dari Festival Sinema Australia Indonesia 2019 di mana sineas antar negara bisa saling bertukar ilmu.

"Jika sudah banyak belajar, pasti kualitas film meningkat. Jika jumlah penonton berkembang tapi kualitas tidak berkembang, responsnya bisa turun karena penonton semakin cerdas," tutur dia.

Baca juga: Sineas Indonesia, Contek Nih 3 Hal Penting Kesuksesan Perfilman China

Saat ini Mira menyiapkan film baru yang diadaptasi dari film Korea 'Sunny' yang jadi box office hits pada 2011 di Negeri Ginseng.

'Sunny' versi Indonesia akan mulai syuting pada pekan ketiga Maret 2019.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More