Pantau Flash
Juan Cuadrado Perpanjang Kontrak Bersama Juventus hingga 2022
Terduga Pembobol Bank DKI Bertambah Jadi 41 Orang
Resmi! Bamsoet Nyatakan Maju Tantang Airlangga di Munas Golkar
UMK Kabupaten Karawang Lampaui UMP DKI Jakarta
Jokowi: Stop Belanja Alutsista Hanya Berorientasi Proyek

Jadi Ibu Kota Baru, China dan Rusia 'Gercep' Mau Investasi di Kaltim

Jadi Ibu Kota Baru, China dan Rusia 'Gercep' Mau Investasi di Kaltim Ilustrasi Pulau Kalimantan (Foto: Antara)

Pantau.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan banyak negara yang berniat melakukan investasi di ibukota baru RI, Provinsi Kalimantan Timur. Dua di antaranya China dan Rusia. 

"Banyak sekali negara yang berminat, karena hal itu kesempatan," kata Enggar di sela-sela forum bisnis Bank Indonesia Perwakilan Beijing di Shanghai, Senin (23/9/2019).

Menurut Enggar, sudah banyak perusahaan asal China yang bertanya dan menghubungi langsung Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Kementerian Perindustrian.

"Masing-masing perusahaan tersebut masuk sesuai kepentingannya di bidang apa. Infrastruktur mereka sudah cukup kuat. Demikian pula dengan telekomunikasi, pelabuhan, listrik, banyak sekali yang bisa dikerjakan," ujarnya.

Di sela-sela menghadiri Forum Bisnis di Nanning, Daerah Otonomi Guangxi, Mendag juga bertemu perwakilan industri otomotif setempat Wuling yang sudah berinvestasi di Indonesia.

Baca juga: Tak Ekspor Nikel di 2020, China dan Korsel Kepincut Bangun Pabrik di RI

"Wuling akan meningkatkan investasinya dan menyiapkan mobil listrik untuk kemudian diekspor," katanya.

Sebelumnya dalam pertemuan bilateral di Bangkok, Thailand, Mendag Enggartiasto mendapatkan pernyataan pemerintah Rusia yang ingin berinvestasi di Kalimantan. Rusia berencana membuat jalan kereta api.

"Mereka juga akan membuat jalan kereta dari Kalteng ke Kalsel," kata dia.

Selain di bidang infrastruktur, kedua negara tersebut juga tertarik berinvestasi di bidang industri dan pariwisata.

"Di Kaltim ada Derawan. Kalau dulu orang mengatakan jauh, nanti akan dekat dengan ibu kota. Mereka akan mempersiapkan segala fasilitas infrastruktur, hotel, restoran, dan 'resort'," ujarnya.

Demikian juga dengan bisnis kuliner, lanjut Mendag, akan menjanjikan di wilayah ibu kota baru tersebut.

Dalam Forum Bisnis di Shanghai, Mendag didampingi Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun dan Konsul Jenderal RI untuk Shanghai Deny Wachyudi Kurnia bertemu dengan D‏irektur Utama Tsingshan Industry Grup Xiang Guangda.

"Dia, kita berikan informasi potensi pasar seperti apa, ekspor ke mana saja. Dia sudah lama beroperasi di Morowali dengan investasi yang besar sekali dan akan segera ekspansi terus nikelnya. Dia menyerap tenaga kerja kita 30.000 orang atau lebih besar daripada jumlah penduduk di lokasi industrinya di Morowali, sedangkan tenaga kerja dari China sangat sedikit. Nikel yang mereka olah bisa jadi bahan baku stainless steel, konstruksi, dan baterai," kata Enggar.

Baca juga: China Ingin Garap Transportasi Publik di Ibu Kota Baru RI di Kaltim

Sementara itu, Wakil Kepala BI Perwakilan Beijing Muchamad Agung Hastowo mengemukakan Pulau Kalimantan mengalami pertumbuhan ekonomi positif yang dipicu oleh pengembangan proyek infrastruktur untuk ibu kota Indonesia yang baru.

"Saat ini ekonomi Kalimantan tumbuh pada kisaran 5,6 persen. Kami meyakini prospek perekonomian Kalimantan akan semakin tinggi dengan adanya Ibu Kota Indonesia yang baru di sana," ujarnya.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Nani Suherni
Penulis
Lilis Varwati
Category
Ekonomi

Berita Terkait: