Pantau Flash
Boeing Klaim 737 MAX Kembali Layani Penerbangan Komersil Januari Mendatang
PAN: Kami Dukung Amandemen Terbatas UUD
Dovizioso Akui Berat Rebut Gelar Juara Tim MotoGP 2019
DPD RI Sebut Pilkada Bisa Kembali Dipilih oleh DPRD
127.462 Hektar Lahan di Kalimantan Hangus Terbakar Akibat Karhutla

Kabut Asap Tak Kunjung Hilang, Gubernur Riau Tetapkan Darurat Pencemaran

Kabut Asap Tak Kunjung Hilang, Gubernur Riau Tetapkan Darurat Pencemaran Kabut Asap di Kalimantan (Foto: Antara)

Pantau.com - Gubernur Riau Syamsuar, mengambil kebijakan untuk menetapkan status darurat pencemaran udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Mulai hari ini kita tetapkan keadaan darurat pencemaran udara di Provinsi Riau," kata Syamsuar di Kota Pekanbaru, Senin (23/9/2019).

Baca Juga: Warga Kalimantan Siap-Siap, BMKG Prediksi Hujan Akan Turun di Waktu Ini

Syamsuar mengatakan, masa darurat ini akan berlaku mulai 23 September hingga 31 September. Menurutnya penetapan status ini baru akan dicabut sesuai dengan kondisi yang terjadi di wilayahnya.

"Kita akan lihat perkembangan, semoga ada perubahan, hujan segera turun," tuturnya.

Dirinya menambahkan, Pemprov Riau segera menyiapkan tempat untuk evakuasi bagi warga yang rentan terkena dampak asap akibat pencemaran udara. "Misalnya untuk anak-anak, termasuk ibu-ibu hamil dan orangtua yang asma akan dirujuk ke rumah sakit," katanya.

Untuk diketagui hingga kini kondisi kabut asap di Riau terus memburuk dalam tiga hari terakhir. Pekanbaru pada pagi ini masih berselimut kabut asap pekat yang berbau menyengat.

Selain karena asap sisa karhutla di daerah Riau sendiri, asap di Pekanbaru juga hasil kiriman dari Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel), yang dilanda kebakaran lebih besar dari Riau.

Baca Juga: Pengamat Yakin Dua Cara Ini Bisa Selesaikan Masalah Karhutla

Berdasarkan data BMKG Pekanbaru, pantauan satelit terra aqua pada pukul 06.00 WIB menunjukkan ada 1.591 titik panas yang jadi indikasi karhutla di Sumatera. Daerah paling banyak adalah di Provinsi Sumsel yakni 675 titik, dan Jambi 505 titik, dan Riau sendiri ada 256 titik panas.

Kabut asap pekat membuat jarak pandang di Pekanbaru pada pagi ini hanya 500 meter. Pada alat pemantau polutan BMKG menunjukkan angka pencemaran partikel PM10 di udara sejak Minggu malam hingga Senin pagi berkisar 500 hingga 700. Angka itu sudah jauh di atas kategori berbahaya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: