Pantau Flash
Fakhri Husaini Bantah Pamit dari Timnas U-19
Bom Mobil Terjang Demonstrasi Anti Pemerintah di Irak, 4 Orang Tewas
Menangi Perang Saudara, Ginting ke Final Hong Kong Open 2019
Hasil Kualifikasi MotoGP Valencia 2019: Quartararo Kalahkan Marquez
Polda Sumut Tetap 18 Tersangka dalam Serangan Bomber di Polrestabes Medan

Pengamat Yakin Dua Cara Ini Bisa Selesaikan Masalah Karhutla

Pengamat Yakin Dua Cara Ini Bisa Selesaikan Masalah Karhutla Satgas Karhutla Riau berupaya melakukan pemadaman di tengah pekatnya asap kebakaran lahan gambut di Pekanbaru, Riau, Rabu (18/9/2019). (Foto: Antara/Rony Muharrman)

Pantau.com - Pengamat Sosial Budaya dari Universitas Pakuan Bogor, Jawa Barat, Agnes Setyowati H menyodorkan dua langkah dalam penyelesaian masalah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karlutha) yang melanda Sumatera dan Kalimantan.

"Ada upaya preventif dan upaya rehabilitatif. Meskipun ini dapat juga dikatakan sebagai bencana alam, sulit rasanya untuk mengatakan bahwa manusia tidak terlibat dalam musibah ini," ujarnya kepada wartawan, Kamis (20/9/2019).

Baca Juga: Warga Kalimantan Siap-Siap, BMKG Prediksi Hujan Akan Turun di Waktu Ini

Menurutnya langkah preventif itu bisa dimulai dari menanamkan kecintaan dan pengetahuan mengenai lingkungan hutan.

"Masyarakat harus diberikan pengetahuan dan edukasi tentang dampak negatif dari perusakan lingkungan bagi kehidupan sehingga budaya serta kesadaran memelihara lingkungan akan terbangun sejak awal," jelasnya.

Sementara di sisi lain, Agnes memberikan apresiasi terhadap peran masyarakat adat dengan segala bentuk kearifan lokalnya yang memiliki perhatian yang sangat tinggi terhadap alam. Apa yang dilakukan masyarakat adat perlu dicontoh oleh masyarakat moderen.

Sedangkan mengenai upaya rehabilitatif, yaitu mengenai pentingnya seruan untuk menanam pohon sebagai salah satu upaya rehabilitatif dan penghijauan kembali untuk memperbaiki lahan yang telah rusak dan tercemar.

"Dalam skala nasional pemerintah juga harus memberlakukan regulasi dan hukum yang tegas dan ketat terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan perusakan alam," tuturnya.

Ia percaya bahwa kedua hal tersebut apabila dilakukan dan menjadi budaya di masyarakat, kebakaran hutan dapat diatasi, atau paling tidak dapat diminimalisasi.

Adapun sementara itu, Agnes menilai sebagian besar bencana dan permasalahan lingkungan adalah juga ulah manusia seperti banjir, kebakaran hutan, pencemaran air dan udara dan lain-lain.

Tidak hanya perorangan, ia menganggap berbagai perusahaan atau korporasi juga telah banyak menciptakan permasalahan lingkungan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

Baca Juga: Wilayah Ini Ditaksir Merugi hingga Rp50 Triliun Akibat Asap Karhutla

Untuk itu dirinya meminta kepada pemerintah untuk memberikan perhatian lebih pada lingkungan dan tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Ia menilai peran lingkungan hidup sangat central buat kehidupan manusia.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: