
Pantau - Kementerian Kehutanan menyebut upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat terus diintensifkan, terutama di Kabupaten Kubu Raya yang menjadi salah satu daerah rawan karhutla.
Kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut tercatat terjadi sejak 28 Februari 2026 hingga Jumat 6 Maret.
Anggota Manggala Agni Daops Kalimantan VIII Pontianak tetap melakukan pemadaman secara intensif meskipun sedang menjalankan ibadah puasa.
Kepala Seksi Wilayah II Pontianak Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan Sahat Irawan Manik menjelaskan Kalimantan Barat mengalami peningkatan titik panas serta potensi kekeringan pada musim kemarau.
"Upaya pemadaman dilakukan mulai dari pagi hingga sampai dengan malam hari. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pemadaman khususnya lokasi karhutla yang dekat dengan pemukiman," ungkapnya.
Pemadaman Dilakukan di Lima Titik Kebakaran
Tim Manggala Agni melakukan pemadaman pada lima titik kebakaran yang tersebar di tiga wilayah di Kabupaten Kubu Raya.
Tiga wilayah tersebut meliputi Desa Rasau Jaya Tiga, Desa Rasau Jaya Umum, dan Desa Limbung.
Dua lokasi kebakaran di Desa Rasau Jaya Tiga dan Desa Rasau Jaya Umum telah memasuki tahap pendinginan.
Tahap pendinginan dilakukan melalui proses mopping up untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa di lokasi kebakaran.
Proses mopping up menandakan situasi kebakaran mulai terkendali dan dalam waktu dekat akan dinyatakan padam.
Patroli Pencegahan Ditingkatkan
Untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla, tim Manggala Agni juga melakukan patroli pencegahan di berbagai wilayah Kalimantan Barat.
Patroli dilakukan untuk mendeteksi kondisi lapangan lebih awal serta memperkuat koordinasi penanganan kebakaran.
Kegiatan tersebut juga bertujuan mempercepat arus informasi dari masyarakat agar penanganan karhutla dapat dilakukan dengan cepat.
Selain itu patroli digunakan untuk mengecek kondisi bahan bakar kebakaran serta potensi sumber air di lokasi rawan.
Tim juga memantau berbagai isu kebakaran hutan dan lahan yang berkembang di masyarakat.
Berdasarkan pemantauan harian titik panas pada 2026, jumlah dan sebaran hotspot di Kabupaten Kubu Raya mengalami peningkatan.
Hasil pengamatan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran dari BMKG juga menunjukkan tingkat kerawanan kebakaran yang meningkat di wilayah tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







